Air Kelapa Hijau

“Gimana?”

“Baikan…”

“Makanya, jangan asal makan…”

Dia kembali menekuni gelasnya.

“Ini boleh dikasih es?”

“Jangan dulu, ntar aja kalo udah sembuh bener.”

“Kayak sakit flu aja…”

Dia meletakkan gelas di meja samping tempat tidur.

“Dapet dimana air kelapa hijaunya?”

“Deket perempatan depan situ kan ada yang jual.”

“O ya?”

“Iya. Penting. Harus tahu yang jual air kelapa hijau terdekat. Itu obat alami.”

“Bener juga. Nenek dulu bilang kalo keracunan, minum aja air kelapa hijau. Nggak usah minum obat-obatan kimia.”

“Bener. Lagipula air kelapa hijau bagus buat kecantikan.”

“Heh?”

“Kalau kita cuci muka pake air kelapa hijau, jadi bebas jerawat. Kalo dipake keramas, bisa mencegah munculnya uban.”

“Beneran?”

“Iya. Lha yang kamu minum itu kan harusnya aku pake buat cuci muka. Never mind, ntar aku bisa beli lagi…”

“…..”

Komentar bertahan »

Tahu Tek-Tek

“Nih…”

Dia mengulurkan sesuatu dalam tas plastik.

“Apaan, nih?”

“Tahu tek-tek.”

Mataku membelalak. Buru-buru ambil sendok.

“Ada temen yang dapet promosi jabatan. Dia traktir di pujasera. Disitu terkenal tahu tek-teknya enak. Makanya aku pesen satu dibawa pulang buat kamu.”

Aku menyeringai lebar. Buru-buru menyuap tanpa memindahkannya ke piring. Ummm…

“Enak?”

“Banget!”

“Itu tadi aku pesen porsi standar.”

“Eh? Emang ada yang nggak standar?”

“Ada. Ditambah telur dadar. Daripada aku diomelin sama orang diet, mending pesen yang standar aja.”

Aku senyum-senyum.

“Ini petisnya pasti oplosan. Enak banget.”

“Oplosan?”

“Iya. Dulu aku pernah dikasih tau kalo mau dapet rasa petis yang enak harus dioplos. Petis kualitas bagus dioplos sama petis biasa yang dijual di pasar. Gitu.”

“Ooo…”

Makananku tandas. Enak. Sangat. Serius.

“Tapi walaupun oplosan, rasa udangnya masih kerasa.”

Dia menoleh.

“Udang?”

“Iya. Petis kan dibikin dari udang.”

Dia melotot.

“Kenapa?”

“Aku tadi pesen tahu tek-tek yang pake telur dadar di pujasera.”

“Nah lo! Bukannya kamu alergi udang?”

“Aaaaa…CTM!”

 

Komentar (2) »

Ice Lemon Tea

“Sebenernya, apa enaknya ice lemon tea?”

“Enak. Seger. Ada kecutnya.”

“Mending orange juice. Lebih sehat.”

“Nggak paten rasanya. Ada yg bikin orange juice manis. Ada yang kecut dikit. Nggak ada pakemnya. Beda sama lemon tea. Relatif sama dimana-mana.”

Dia manggut-manggut. Pesanan kami datang. Dua gelas ice lemon tea.

“Lah, tumben? Katanya nggak suka ice lemon tea?”

Dia nyengir.

“Penasaran sama rasanya. Paten, kan?”

“Ntar maagnya kumat…”

“Enggak lah. Ini kan nggak seberapa kecutnya.”

Dia menyeruput beberapa kali lewat sedotan. Aku menunggu reaksinya.

“Gimana? Enak, kan?”

Dia kedip-kedip.

“Enak…”

“Terus?”

“Ternyata ice lemon tea itu kayak kamu ya…”

“Maksudnya?”

“Manis. Seger. Tapi ada asemnya juga…”

“…..”

Komentar bertahan »

Pempek Kapal Selam

 

“Terima kasih..”

Dua porsi pempek kapal selam terhidang di meja. Masih panas. Ku  tuang kuah ke dalam piring. Yummy…

“Tau kenapa namanya kapal selam?”

“Errr…mirip kapal selam?”

“Dimana miripnya? Apalagi kalo udah diiris sampai merekah gini, nggak ada mirip-miripnya sama kapal selam.”

“Terus apa, dong?”

“Itu gara-gara proses pembuatannya.”

“Eh? Perasaan bikinnya sama kayak pempek lain.”

“Enggak yaaa. Gini, dari semua jenis pempek, cuma kapal selam yang ada isi satu telur utuh.”

“Iya.”

“Ini yang bikin ribet. Jadi adonan dibuat sedemikian rupa sampai waktu telur dipecahkan nggak bocor dan beleber kemana-mana. Setelah itu pempeknya direbus.”

“Terus dimana kapal selamnya?”

“Diproses rebusnya. Kalo masih mentah, pempeknya bakal tenggelam. Begitu matang, dia muncul ke permukaan. Kayak kapal selam gitu..”

“Ini beneran?”

“Iya.”

Sepertinya pempek kami sudah tak terlalu panas. Tak sabar untuk melumat habis. Sedikit menyendok. Meniup. Dan menyuapkan ke dalam mulut. Tapi…

“Aaaa…”

Dia pasti complain kali ini.

“Kuahnya asyeeeemmm benerrrrr…..”

 

Komentar bertahan »

Es Kelapa Muda

Panas. Banget. Rasanya, tiap orang punya matahari masing-masing.

“Pak, es kelapa muda. Dua.”

Kami duduk dekat jendela. Bahkan angin pun malas berhembus.

“Pake jeruk enak kali ya…”

“Apa?”

“Itu. Es kelapa muda. Kalo ditambahin jeruk enak lho. Ada manfaatnya juga.”

“O ya?”

“Iya. Air kelapa muda kalo dicampur dengan jeruk sitrun bisa mengatasi dehidrasi. Juga buat anak-anak yang kena gangguan cacingan.”

“Kalo nggak salah, banyak mengandung kalsium.”

Yes. Nggak cuma kalsium. Tapi juga kalium, vitamin C, protein dan banyak lagi.”

Mendengarkan.

“Eh, baik juga lho, buat kecantikan.”

“Yang bener?”

“Iya. Cuci muka pake air kelapa muda, bisa menghilangkan jerawat, menghilangkan noda hitam, menghaluskan dan mengencangkan kulit.”

Aku terbelalak. Dia nyengir, seperti biasa. Dan Es kelapa muda kami datang. Tak sabar segera mengaduk isi serta menyesapnya lewat sedotan.

Slruuuup. Segar.

Tapi…

Tiba-tiba kami saling berpandangan.

“Ini bukan es kelapa muda.”

“Iya. Ini udah jadi kelapa. Harusnya diparut terus diambil santannya.”

“…..”

Komentar bertahan »

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.