Capung

Surprise! Tidak diduga bisa ada capung di halaman rumah. Segitunya? Iya! Kenapa? Karena saya kira capung sudah punah, paling tidak di daerah sekitar rumah. Apa lagi capung yang saya temukan kemarin adalah capung jarum, which is ‘daerah jajahannya’ tidak terlalu luas di banding jenis capung yang lain.

Anyway, kenapa saya sampai mengira tidak mungkin menemukan capung di sekitar rumah? Karena pada dasarnya capung hidupnya sangat tergantung pada air bersih. Air bersih disini maksudnya air yang belum tercemar. Sedang di kota-kota besar, menemukan daerah yang masih belum tercemar airnya adalah sesuatu yang hampir pasti mustahil. Capung bisa jadi indikator bersihnya air di tempat dia berada. Itulah kenapa saya sempat surprise.

Capung memang sangat tergantung pada air. Sejak bertelur, telur mereka diletakkan di tempat berair bersih, hingga menetas dan menjadi larva. Bila air sudah tercemar, bisa dipastikan telur tidak akan menetas, apalagi sampai menjadi larva ataupun capung dewasa.

Namun, yang membuat saya lebih surprise adalah ketika saya bertanya pada beberapa anak kecil di sekitar rumah, apakah mereka pernah melihat capung dengan mata kepala mereka sendiri tanpa perantara (televisi, buku, koran, dll). Semua menggeleng. Ahh..jangan-jangan mereka juga belum pernah melihat kumbang dan kunang-kunang😦

2 thoughts on “Capung

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s