Selamat datang di Raudhah

Bagi umat muslim, menunaikan ibadah umrah, apalagi haji, adalah cita-cita yang ingin segera diwujudkan. Dari semua penjuru dunia berbondong-bondong ke jazirah Arab untuk menunaikan ibadah yang diperuntukkan bagi yang mampu. Dan di antara serangkaian kegiatan rohani yang wajib dilakukan, jamaah tentu tidak akan melewatkan ritual keagamaan yang bisa menambah ketebalan iman, juga berlimpah pahala. Salah satunya adalah berkunjung ke Raudhah.

Raudhah berada dalam kompleks masjid Nabawi di Madinah al Munawwaroh. Raudhah sendiri bermakna taman, berada diantara rumah Siti Aisyah (yang sekarang menjadi makam Rasulullah dan sahabatnya, Abu Bakar dan Umar) sampai ke mimbar nabi Muhammad SAW. Berukuran 22 m x 15 m, ditandai dengan tiang-tiang berwarna putih dan beralas permadani abu-abu kehijauan dengan motif bunga dan dedaunan.

Rasulullah pernah bersabda: “Tempat antara mimbarku dan rumahku adalah taman dari taman-taman surga, dan mimbarku berada di atas telaga” (H.R. Abu Hurairah). Dan berdasar hadits Ibnu Hadjar, ibadah yang dilaksanakan di Raudhah akan membawa sang pelaksana masuk surga. Jadi bila Raudhah dipadati oleh para jamaah, itu karena Raudhah adalah tempat yang makbul untuk berdoa.

Terlepas dari ijin dari Allah SWT, ada beberapa hal yang perlu dipersiapkan sebelum kita mengunjungi Raudhah, teknis dan non teknis. Diantaranya:

1. Pastikan informasi tentang jam berkunjung Raudhah. Berbeda untuk jamaah laki-laki dan perempuan. Raudhah untuk jamaah laki-laki dibuka 24 jam, sedangkan untuk perempuan hanya jam 07.00 s/24.00, ba’da shalat fardhu. Kecuali ba’da sholat Mahgrib, karena jeda waktu dari shalat Maghrib ke shalat Isya sangat pendek. Bahkan, saat tidak musim haji, Raudhah untuk jamaah perempuan juga tidak dibuka ba’da sholat Ashar.

2. Weekend di negara Arab Saudi bukanlah Sabtu dan Minggu, namun Kamis dan Jumat. Ini menyebabkan masjid Nabawi (juga Raudhah) akan penuh pada weekend tersebut. Bila anda merasa tidak mampu atau tidak cukup kuat, ada baiknya dihindari berada di Raudhah pada hari-hari tersebut.

3. Jangan pergi dengan perut kosong. Anda akan berdesakan dengan jamaah dari berbagai negara, yang tentu saja butuh tenaga ekstra.

4. Berdoa, memohon untuk dijauhkan dari sifat Syirik dan Musyrik. Berkunjung ke Raudhah tak ubahnya berziarah ke makam Rasulullah dan memanjatkan doa untuk kebaikan umat manusia. Tak jarang ditemukan jamaah yang melakukan tindakan yang berharap mendapatkan berkah dan tuah dari benda ataupun kegiatan selama di Raudhah. Hal ini hanya berujung pada dosa yang terampunkan dari Allah SWT.

5. Sebisa mungkin tidak berkunjung ke Rudhah sendirian, terutama untuk manula dan jamaah beresiko tinggi karena masalah kesehatan. Kondisi Raudhah yang penuh dengan jamaah bisa berakibat fatal bagi mereka.

6. Persiapkan doa yang akan anda panjatkan di Raudhah. Bila begitu banyak doa dan anda tidak mampu menghafal, ada baiknya ditulis di secarik kertas. Anda tak perlu juga memaksakan diri untuk melafalkannya dalam bahasa Arab. Allah SWT maha tahu.

7. Masuk dalam keadaan suci. Bila anda akan wudhu, kamar mandi dan tempat wudhu ada di halaman masjid.

8. Dilarang membawa hp dan kamera. Sebelum masuk masjid, anda akan digeledah oleh para askar. Sebaiknya hp dan kamera ditinggal di penginapan.

9. Bawalah tas plastik untuk menyimpan alas kaki, sehingga anda bisa membawanya kemanapun pergi. Memang disediakan tempat penyimpanan alas kaki, tapi keamanan tidak dijamin. Ini memang tanah suci, tapi tanpa bermaksud su’udzon, bukan berarti tidak ada orang yang berbiat buruk.

Untuk jamaah perempuan, selain beberapa persiapan tersebut, ada hal-hal khusus yang perlu diperhatikan sebelum dan saat berada di Raudhah. Diantaranya:

1. Sekali lagi, sebisa mungkin kita pergi dalam keadaan perut sudah terisi. Mungkin akan lebih mudah bila kunjungan ke Raudhah ini dilaksanakan ba’da sholat Dhuhur, Ashar atau Isya. Lalu bagaimana jika ba’da shalat Subuh? Biasanya Raudhah untuk jamaah perempuan di buka jam 07.00. Jadi, anda bisa sarapan dulu setelah sholat Subuh (entah kembali ke penginapan, membawa bekal sendiri, ataupun membeli di sekitar masjid. Ada foodcourt tidak jauh dari masjid. Anda bisa keluar melalui pintu gerbang paling timur dari kompleks masjid Nabawi, tak jauh dari makam Baqi’. Jalan sedikit ke Utara sekitar 50 meter, anda akan menemukan stan-stan yang menjual aneka makanan). Sambil menunggu Raudhah dibuka, anda bisa menikmati kubah masjid Nabawi yang dibuka serentak pada jam 06.00, serta dibukanya beberapa payung raksasa disebelah Timur untuk menghalangi terik matahari.

2. Perhatikan dari pintu mana (tiap pintu ada nomor dan nama) anda masuk. Ini akan memudahkan saat anda pulang nanti.

3. Setelah melewati pemeriksaan askar di pintu masuk masjid, anda akan menemukan deretan galon tempat minum yang berisi air zam-zam. Anda bisa minum sepuasnya. Disediakan gelas plastik sekali pakai. Anda juga bisa bawa botol minum untuk diisi disana. Galon air ini ada dua macam. Ada yang berisi air zam-zam yang bersuhu ruang, ada juga yang dingin. Kebanyakan memang dingin. Bila anda ingin minum air zam-zam yang tidak dingin, cari galon yang bertulis ‘NOT COLD’.

4. Disediakan tempat khusus untuk perempuan hamil dan yang membawa balita. Jadi, baca petunjuk secara cermat agar anda tidak salah tempat sholat.

5. Akan ada askar-askar yang membawa papan bertuliskan bahasa-bahasa yang ada di dunia. Mereka ini yang akan menuntun anda sampai ke Raudhah. Bila anda berbahasa Indonesia, carilah askar pembawa papan bertuliskan ‘BAHASA MALAYU’ (bukan melayu). Askar ini akan menuntun jamaah tidak hanya dari Indonesia, tapi juga negara lain yang menggunakan bahasa melayu, seperti Malaysia misalnya. Anda bisa bertanya padanya dengan menggunakan bahasa Indonesia. Bila terjadi kesulitan karena terbatasnya kosa kata yang dikuasai, anda bisa mencari TKW-TKW yang memang bekerja di masjid Nabawi. Duduklah disekitar askar tersebut dengan tenang dan sabar. Askar ini nantinya yang akan memandu anda menuju Raudhah. Sebagai info, jamaah Indonesia terkenal sangat kooperatif, sehingga para askar ini begitu protektif pada jamaah Indonesia. Tak jarang jamaah asal Indonesia dibawa ke Raudhah di urutan paling akhir, dengan maksud agar tidak perlu terlalu berdesakan dengan jamaah dari negara lain, mengingat postur fisik jamaah asia yang terkenal ‘imut’. Hanya kadang hal ini diterima lain oleh jamaah yang mengira mereka lebih mendahulukan jamaah dari negara lain. Jadi, alangkah baiknya jika kita lebih sabar dan tenang. Tak jarang di saat menunggu tersebut, kita justru jadi lebih akrab satu sama lain, baik antar jamaah maupun dengan sang askar.

6. Patuhlah pada askar pemandu. Bila mereka meminta duduk, duduklah. Bila harus berhenti di satu titik, berhentilah. Patuhlah pula pada askar di dalam dan sekitar Raudhah. Ketidakpatuhan hanya akan membuat anda diusir dari masjid.

7. Sebisa mungkin tidak sendirian saat ke Raudhah, sesehat apapun anda. Bergamit tanganlah dengan teman atau keluarga anda. Ini akan membuat anda lebih bisa bertahan dalam arus lautan jamaah di Raudhah. Mereka yang akan membantu anda bila sesuatu yang tidak diinginkan terjadi, seperti terjatuh, terinjak atau apapun. Kalaupun situasi dan kondisi tidak memungkinkan, lepaskan saja gamitan tangan anda. Allah SWT akan membantu anda.

8. Tunaikan sholah sunnah di Raudhah (Dhuha, Hajat, dll). Tapi situasi dan kondisi lebih sering tidak memungkinkan kita untuk melakukannya. Maka anda bisa memanjatkan doa sambil berdiri. Bagi anda yang memiliki pengetahuan beladiri, bisa berdiri dengan posisi kaki kuda-kuda, untuk menahan diri dari arus manusia. Khusyu’ semampu anda. Sekali lagi, Allah SWT maha tahu.

9. Jangan memaksakan diri melawan arus manusia. Ikuti saja, tanpa menjadi hanyut.

10. Berada di Raudhah dapat berarti belajar sabar, toleransi dan berusaha menjadi manusia yang lebih baik. Banyak-banyaklah istighfar. Memohon ampun atas segala salah dan khilaf.

11. Maksimalkan waktu yang kita punya untuk memanjatkan doa di Raudhah. Jangan terpancing emosi oleh apapun. ‘Cukup’ memang relatif sifatnya. Segeralah meninggalkan Raudhah saat anda merasa sudah ‘cukup’ memanjatkan doa disana. Berilah kesempatan pada jamaah lain untuk memanjatkan doa di Raudhah. Insya Allah, Allah SWT akan memberikan pahala dengan keputusan anda ini.

12. Berjalanlah dengan tenang saat meninggalkan Raudhah. Insya Allah anda akan merasakan sesuatu yang belum pernah anda rasakan sebelumnya.

Semoga info ini sedikit banyak dapat memberi masukan bagi anda. Jadi bila anda sudah meninggalkan wilayah dengan karpet merah dan menginjakkan kaki diatas permadani abu-abu kehijauan dengan hiasan bunga dan dedaunan serta berada di tempat dengan tiang putih dan lampu-lampu gantung yang indah dan gemerlap, selamat datang di Raudhah. Semoga Allah SWT mengabulkan doa-doa anda. Insya Allah. Amin🙂

One thought on “Selamat datang di Raudhah

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s