Rujak cingur nggak pake cingur

Siang bolong, duduk manis di depot langganan tidak jauh dari rumah. Sepiring gado-gado dan segelas jeruk manis. Sempurna. Sampai ketika dua orang perempuan muda datang memesan makanan untuk dibawa pulang.

Mbak, gado-gado satu, rujak cingurnya dua. Pedes semua. Yang satu nggak pake cingur.”

Alis mataku terangkat, walau biji mata tak lepas dari piring. Memperuncing pendengaran. Rujak cingur tanpa cingur? Terdengar seperti sebuah pengkhianatan. Harusnya punya nama baru untuk olahan itu. Sepertinya bukan hanya saya yang merasa jengah.

Rujak cingur kok nggak pake cingur?” tanya si teman.

Aku nggak suka cingur. Geli.” Yang ditanya menjawab sambil menggedikkan bahunya.

Kenapa? Inget waktu masih jadi hidung sapi?”. Yang ditanya mengangguk.

Tapi kok doyan sama sop ceker ayam?”.

Aha! Saya nyengir diam-diam. Yang ditanya tertawa. Lama-lama saya acuhkan perbincangan mereka. Kata orang, nguping itu dosa🙂 Tapi saya masih terngiang-ngiang dengan ‘rujak cingur nggak pake cingur’. Sebenarnya ini bukan pertama kali saya mendengar request semacam ini. Saya sendiri selalu meminta menghilangkan semua ketimun di piring pesanan saya, walau acar amat sangat menggoda sebenarnya. Tapi itu lebih karena alasan kesehatan. Ketimun yang segar ceria itu sangat berpotensi membuat tekanan darah saya yang hipotensi ini terun bebas.

Mindset. Saya percaya soal mindset. Kadang, rintangan terbesar justru dari mindset kita sendiri. Contohnya..ya si cingur itu. Gara-gara masih terbayang-bayang hidung sapi, maka engganlah si cewek untuk memasukkan ‘mantan hidung sapi’ ke dalam mulutnya. Seperti kalau kita liat acara-acara tantangan di televisi. Banyak peserta yang gagal ditantangan makan ‘bagian terdalam’ (baca: jeroan) dari hewan. Bisa otak, usus, jantung, ginjal, limpa, hati, dll. Juga kalau kita minum jamu. ‘Pahit’ udah terukir jelas dijidat kita, umumnya. Right?

Jadi, kalau dipikir, sebenarnya musuh terbesar justru diri kita sendiri. Nah, sekarang tinggal bagaimana kita bias melawannya. Mau menang atau kalah? Tergantung mindset🙂

Btw, si mbak yang beli ‘rujak cingur nggak pake cingur’ tadi kemana yah?

2 thoughts on “Rujak cingur nggak pake cingur

  1. Seharusnya mbaknya bilang, bu saya nggak mau pesen rujak cingur, tapi bumbu rujaknya plus sayur plus buahnya lomboknya 4 ya, bisa kan ? :p

    hey, mbak wahyu …😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s