Hallo! Siapa namamu?

Hallo, hallo, hallo! Siapa namamu? Namaku Toto Beo!

Suara cempreng beo di teras selalu meriuhkan rumah. Tak kenal waktu. Kalimat itu diulang-ulang, disela kegiatan mandi, makan dan tidur si Toto. Burung cerewet pemberian ayah saat aku lulus SMP. Dari semua hewan, entah kenapa dia memilihkan seekor beo untukku.

Sudahlah.

Toto sudah jadi bagian keluarga kami. Sepi rumah ini tanpa cerewetnya.

*

Dan sesuatu terjadi.

Aku bertemu ayah dengan seorang wanita seumuran adik bungsu bunda, di sebuah pusat perbelanjaan. Cukup mesra untuk dibilang mereka hanya berteman.

Kami sama-sama terkejut.

“Hallo. Siapa namamu?”

Perempuan itu buka suara. Tapi yang terlintas dikepalaku justru suara cempreng Toto si beo. Perempuan itu mengulurkan tangan, berusaha memecahkan kekakuan. Tak berhasil. Aku sudah terlanjur curiga. Marahku sudah sampai ubun-ubun.

Aku pergi dengan minim basa-basi.

Kakak, nanti ayah jelaskan. Tapi jangan bilang bunda dan adik-adik, ya.

Kuhapus SMS yang masuk. Kami resmi berseberangan sejak itu.

*

Partner bisnis ayah. Begitu penjelasan yang aku dapat. Partner in crime, itu yang tepat dimataku. Tapi aku masih bersabar untuk tidak menceritakan pada bunda dan adik-adik. Aku masih berusaha mengumpulkan bukti-bukti.

Secepatnya.

Sebelum terlambat.

*

Bukan tak disengaja aku bertemu ayah dan perempuan itu lagi di sebuah kafe. Duduk berdua di sudut ruang yang meremang. Aku masih muda, tapi aku tak buta. Aku tahu bagaimana bahasa tubuh sepasang kekasih saat sedang bersama.

Dan itu yang aku lihat.

Seorang waitress mendekat saat kupanggil. Secangkir double espresso java robusta kupesan dengan secarik kertas yang terlipat rapi. Aku lalu melangkah pergi setelah melunasi semua tagihan.

Biar ayah menikmati cangkirnya sambil membaca selarik pesan di atas kertas.

Selamat menikmati. Dari Toto si beo.

*

Kubuka mata. Matahari pagi menerobos dikisi-kisi jendela. Hening. Tak seperti biasanya.

Aku tersenyum.

Mungkin beberapa lembar bulu masih tertinggal. Tak ikut tersapu angin. Tapi belati bernoda darah masih aku tinggal di dalam sangkar.

Biar ayah tahu.

Aku tidak main-main.

8 thoughts on “Hallo! Siapa namamu?

  1. Ping-balik: [#15HariNgeblogFF] Daftar tulisan judul [1] Halo, siapa namamu? « Philophobia

  2. Partner in crime. Hihi😀

    When someone is cheating, he needs to worry. Maybe someone outside will give him a judge. A terrible judge like you did for Toto Beo.😛

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s