Kamu manis, kataku.

Kamu manis. Itu kataku. Mungkin karena kamu humble, murah senyum dan suka bercanda. Tidak tampan, tapi manis. Itu aku suka. Walau kamu teman satu kampus kakakku, tapi tak canggung ngobrol heboh dengan anak SMA cupu sepertiku. Mungkin itu juga yang membuatmu begitu menarik.

“Kakak punya Fb?”

“Punya.”

“Boleh add?”

“Boleh.”

Dan kami pun ‘kembali’ berteman, kali ini di dunia maya.

Dindingmu riuh dengan comment teman-teman yang tembus angka 1500. Aku tak heran. Lucu, ceria, segar dan semangat menghiasi wallmu.

Kubuka koleksi foto-fotomu. Banyak album disana. Keluarga, saudara, teman, sekolah, dan entah apa lagi. Wajah kakak juga muncul berkali-kali di album campus. Pose dengan mimik jenaka banyak bertebaran disitu. Aku hanya senyum-senyum sendiri membayangkan kehebohan yang mungkin terjadi saat itu.

Kubuka albummu yang lain. Setali tiga uang. Semua penuh keriaan. Sampai ketika kursor ini menyentuh kata party. Entah berapa puluh foto berserak disana. Sepertinya berasal dari berbagai macam pesta dan sumber. Masih sama. Heboh.

Dan tiba-tiba mata ini berhenti pada sebuah foto. Fotomu. Berada ditengah-tengah para wanita. Wanita yang tak seumuran denganmu. Tapi bukan itu masalahnya. Aku mengenali salah satu diantaranya. Amat mengenalnya.

Aku memicingkan mata.

“Bunda…?”

4 thoughts on “Kamu manis, kataku.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s