Tentangmu yang selalu manis

Kamu memang selalu manis. Padaku. Pada keluargaku. Pada semua yang kamu kenal. Semudah itu kamu mencuri hati kami. Tak hanya mencuri hati, tapi kami sudah jatuh hati secara sukarela padamu.

Anak sulungku jatuh hati padamu. Anak keduaku mencintaimu. Anak bungsuku sudah jatuh cinta padamu. Dan aku? Sudah kamu sihir lebih dulu dari mereka.

Harus bagaimana?

Semoga suamiku tak tahu.

*

Aku memang selalu manis. Setidaknya di depan kalian. Ini kunciku. Dan kalian sudah jatuh hati padaku. Bahkan jatuh cinta. Aku tak peduli apa yang akan terjadi di antara kalian. Akan saling jegal? Atau saling bunuh?

Aku tak peduli. Urusan kalian. Ibu dan anak-anaknya.

Sekarang tinggal satu hal yang harus dibereskan.

Sang kepala keluarga.

18 thoughts on “Tentangmu yang selalu manis

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s