Merindukanmu itu seru!

Tak habis fikir. Bagaimana bisa gagal? Semua sudah sesuai rencana. Hingga seseorang entah siapa berjalan sempoyongan bersinggungan dengannya, hingga isi gelas itu tumpah di baju putih gading. Dia bersikukuh ingin pulang setelah membersihkan sekenanya dengan air soda.

Tapi bukan itu masalahnya. Isi gelas itu. Red wine. Beserta bubuk merah As4S4. Harusnya dia tegak habis. Masuk ke dalam perut. Bukan tumpah ke atas baju.

HARUSNYA!

Pandangan kulayangkan ke meja bar. Kau ada disana. Terperangah. Sama terkejutnya denganku. Sama kesalnya denganku. Tapi tak bisa berbuat apapun selain melihatku dan dia pergi berlalu.

Kulihat sorot matamu. Sorot mata yang berbicara dan bertanya. Bagaimana ini? Apa rencana kita selanjutnya? Bagaimana dengan kita? Kapan kita berjumpa?

Maaf. Aku tak bisa menjawabnya sekarang. Aku akan menghubungimu secepatnya. Bersaing dengan rindu. Merindumu. Yang kali ini terasa seru. Karena kita berpacu dengan hidup dan waktu.

*

Aku tercekat. Kejadian itu begitu cepat. Dan gaun putih gading itu sudah bersimbah red wine. Dengan arsenik bubuk merah didalamnya. Bagaimana ini?

Kau melihatku kemudian. Menatapku dengan pandangan yang kukenal. Berusaha menenangkanku. Berusaha mengatakan semua baik-baik saja. Berusaha mencari jalan lain agar rencana ini berhasil. Aku bisa membaca sorot matamu.

Baiklah. Kali ini aku percaya padamu. Walau harus tetap merindu. Merindukanmu yang seharusnya jadi milikku. Hanya milikku. Sepertinya kali ini akan terasa seru. Karena aku menunggu dirimu menghapus dia dari hidup kalian.

Selamanya.

10 thoughts on “Merindukanmu itu seru!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s