Ini bukan judul terakhir

Sudah dua minggu berlalu, tapi masih banyak tamu yang datang. Berempati. Bersimpati. Walaupun semua orang tahu betapa berkecamuknya emosi dalam diri tiga orang kakak beradik ini.

Aku masih duduk di teras. Menikmati secangkir teh manis hangat di sore berangin. Sambil memutar kembali ingatan tentang semuanya. Tentang para penghuni rumah ini dan semua yang terkait.

Termasuk aku.

Ratu rumah ini berpulang dua minggu lalu. Tiba-tiba pencernaannya yang bermasalah, kembali berulah. Sedemikian hebat hingga tak sanggup ditanggungnya. Berdukalah ketiga permata hati bunda.

Dan sepertinya mendung tak kunjung berlalu. Dua hari lalu beberapa aparat negara bertandang dengan surat penahanan di tangan. Sang kepala keluarga dinyatakan bertanggungjawab atas kematian isterinya. Rilis laboratorium rumah sakit menyatakan adanya kadar As4S4 yang tinggi dalam lambung almarhumah. Bercampur dengan selai strawberry favoritnya.

Ya. Malam itu. Dia mencampurkan arsenik bubuk merah dengan selai strawberry yang dioleskan pada setangkup roti. Dan memastikan semua barang bukti sudah dimusnahkan, termasuk secarik surat dan botol kecil berwarna coklat keruh.

Aku tersenyum. Botol berisi arsenik dan surat berisi instruksi penggunaannya. Keduanya dariku. Semua sesuai rencana.

Sempurna.

Kulirik koran yang tergeletak tak jauh dari cangkir. Berita penangkapan sang kepala keluarga ada disana. Dengan judul yang sangat bombastis. Tapi aku yakin, itu bukan judul terakhir. Karena kebusukan lain akan terbongkar.

Segera.

4 thoughts on “Ini bukan judul terakhir

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s