Coffee Americano

Diluar masih hujan. Kami tertahan dalam mall ini. Aku memilih duduk dekat jendela. Tak lama dia datang dengan dua mug di tangan. Salah satunya diangsurkan padaku.

“Aneh.”

“Apanya?”

“Kenapa pilih americano?”

“Suka. Nggak terlalu pahit.”

“Mending cappucino atau latte kalo gitu.”

“Tapi aku lebih suka tambahin sendiri susu atau creamnya. Sesuka hati.”

“Tapi americano kan banyak airnya.”

Angkat tangan. Aku tak akan pernah bisa menang debat tentang kopi dengannya. Seorang pemuja kopi.

“Tau nggak kalo americano itu sebenernya ejekan?”

“Eh?”

“Budaya minum kopi dan teh itu aslinya dari Eropa. Teh dari Inggris, kopi dari Italia. Buat orang Italia, minum kopi itu espresso. Jenis kayak cappucino, macchiato atau latte, itu cuma beda ditakaran susu dan mikromilkfoam. Tapi nggak ada yang nambahin air di espresso. Sampai ada orang Amerika dateng.”

“Terus.”

“Si orang Amerika ini minta espressonya ditambahin air. Itu pelecehan buat budaya minum kopi orang Italia. Akhirnya, espresso yang ditambahin air ini dikasih nama americano, kopinya orang Amerika, yang nggak kuat sama pahitnya espresso. Gitu.”

Aku manggut-manggut. Pelajaran sejarah di Sabtu sore berhujan. Aku menambahkan susu ke dalam americano.

“Terus, kenapa suka espresso?”

Dia menyesap mugnya.

“Aku pikir, kalo kita bisa menikmati sesuatu dari bentuk aslinya, kita pasti bisa menikmati bentuk turunannya juga. Apapun itu. Kalo aku bisa menikmati espresso, aku yakin bisa menikmati cappucino, macchiato, latte bahkan americano sekalipun.”

Mendengarkan.

“Sama kayak kita mencintai seseorang. Kalo bener-bener cinta dia, kita pasti juga bisa cinta sama keluarganya, pekerjaannya, hobinya, kelebihan juga kekurangannya.”

Masih mendengarkan.

“Lagipula kalo kita biasa dengan yang pahit, kita nggak akan kaget dengan yang manis. Tapi nggak sebaliknya, kan?”

Manggut-manggut.

“Bukannya kamu lagi diet?”

Dia ngomong sambil lalu. Aku kaget.

“Kenapa emang?”

“Tau dong berapa kalori dari susu yang kamu masukin ke mug dari tadi?”

NAH! Ini aplikasi dari manis ke pahit.

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s