Permen Cokelat

“Keren!”

“Apaan?”

“Ini. Cokelat.”

“Kenapa?”

“Dari hasil penelitian kualitatif, cokelat ternyata bisa memperpanjang umur. Yaa…terlepas dari umur di tangan Tuhan…”

Aku duduk disebelahnya. Sama-sama memperhatikan layar laptop.

“Diduga sih karena cokelat mengandung aktioksidan fenol, yang bisa menghambat oksidasi kolesterol jahat, meningkatkan fungsi kekebalan tubuh sehingga dapat mencegah resiko penyakit jantung koroner dan kanker. Gitu.”

Aku masih menelusuri kalimat.

“Tergantung..”

“Tergantung apa?”

“Yang diomongin disini tuh dark chocolate. Kalo yang sering beredar dipasaran kan kebanyakan udah dairy chocolate. Tambahan susunya banyak. Yang ada malah nambah masalah kalo rajin makan yang ini.”

“Makanya beli yang dark.”

I am. Aku selalu nyimpen permen cokelat di freezer, kan? Itu dark chocolate.”

“Iya, bener. Tadi aku udah nyoba. Nggak manis.”

Aku menoleh padanya.

“Kamu udah nyoba?”

“Iya.”

“Yang mana?”

“Yang di freezer.”

“Yang mana?”

“Yang di dalam tempat kotak. Yang tiap permen dibungkus satu-satu. Kenapa, sih? Aku cuma ambil satu. Nggak usah ngambek.”

Aku melotot.

“Itu Broklak!”

“Aaaaa!!”

 

#7HariFFCokelat

Iklan