Birthday cake


Langit abu-abu tua. Dia belum pulang. Ke bengkel. Kok lama banget? Mondar-mandir di teras ketika dia muncul dengan terburu. Terengah.
“Kenapa?”
“Kejar-kejaran sama hujan.”
Dia nyengir. Aku cuma geleng-geleng. Sepeda gunung masuk kandang.
“Udah beres?”
“Udah, dong.”
“Itu apaan?”
Aku menunjuk tas plastik.
Dia senyum dan berlalu ke dapur. Tak lama. Muncul lagi dengan piring kecil di tangan.
“Happy birthday, dear.”
Dia mencium ubun-ubunku. Lalu meletakkan piring kecil berisi irisan cake dengan lilin kecil menyala diatas meja.
Bengong. Speechless. Tumben…inget.
“Make a wish.”
Aku berdoa lalu meniup si lilin. Dia sumringah. Aku masih nggak percaya.
“Sorry…”
“Kenapa?”
“Cuma bisa beli satu slice. Lupa bawa duit rada banyakan.”
“Gapapa.”
“Lagian kamu diet kan? Ntar kalo beli yang gede, ngambek deh. Dibilang aku nggak dukung program diet.”
Ganti aku yang nyengir. Bener juga.
“Gapapa. Beneran kok. Kamu inget aja aku udah seneng banget.”
Aku memeluk pinggang dan mencium pipi kanannya.
“Hehehe…jadi nggak enak…”
“Kok nggak enak?”
“Sebenernya tadi di bengkel, aku ditelpon adikmu. Dia tanya malem ini ada acara makan-makan nggak.”
“Terus?”
“Baru deh inget kalo kamu ulang tahun hari ini. Makanya aku mampir ke toko kue. Mana bawa duit cuma dikit. Itu aja nggak jadi ganti rantai sepeda, secara duitnya buat beli cake satu slice. ”
“…..”

Buat @theonlykika. Happy birthday. Umm…dimsum?🙂

4 thoughts on “Birthday cake

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s