Roti Selai Srikaya

Minggu pagi di sebuah cafe.

“Selai srikaya itu dibikin dari buah srikaya?”

“Enggak. Ini nggak kayak selai strawberry atau selai nanas.”

“Jadi?”

“Selai srikaya itu dibuat dari santan, gula, telur, vanili dan daun pandan. Dimasak pake api kecil sampai matang mengental. Gurih.”

Dia menyesap kopinya. Aku kembali menekuni roti srikaya. Kunyah pelan-pelan. Enak. Seperti biasanya.

“Penasaran..”

“Kenapa?”

“Hobi banget kesini?”

Aku senyum-senyum.

“Disini roti srikayanya enak banget. Sungguh. Jadi inget roti srikaya bikinan ibu…”

Aku berubah mellow. Dia mendengarkan. Senangnya punya suami yang pengertian gini.

“Ibu dulu suka bikin roti srikaya buat sarapan. Sama hot chocolate. Enak deh.”

“Lha ini sekarang kenapa pesennya teh hangat?”

“Aku takut galau. Entar mewek! Hihihi…”

“Tapi chocolate toastnya juga enak lho!”

“Iya. Tapi aku lebih suka roti srikayanya.”

“Fanatik bener.”

“Iya dong!”

“Tapi kalo nyari roti srikaya, kan banyak gitu yang jual.”

“Tapi disini enak.”

“Itu aja alesannya?”

“Nggak juga sih?”

“Terus?”

“Aku dulu kalo ngedate disini…”

Dia manyun.

 

buat @lalapurwono. Happy birthay, neng 🙂

 

 

Iklan