Onde-onde

 

“Kok repot-repot. Terima kasih, dik..”

Eh? Ada apa, ya? Ada tamu? Buru-buru aku menuju teras.

“Ada apa?”

“Ini…anaknya ibu sebelah kirim ini. Katanya sih abis ada pesenan.”

Dia membuka kain yang menutupi nampan. Dan…waaa…sepiring onde-onde! Masih hangat.

“Wuiiihh…dijamin pasti enak. Ibu sebelah emang paling jago bikin onde-onde. Makanya dia berani terima pesanan.”

Kami duduk menghadapi si onde-onde. Memungutnya satu. Menggigitnya perlahan. Nyesss…

“Enak! Serius!”

“Tau nggak kenapa enak?”

“Umm…masih panas?”

“Salah satunya..”

“Yang lain?”

“Tepung ketannya dicampuri tepung terigu dikit, jadi nggak terlalu alot.”

Dia manggut-manggut.

“Kacang hijaunya juga dipilih yang kualitas bagus. Kulitnya dibuang. Jadi kerasa banget lembutnya.”

Dia memperhatikan onde-onde yang sudah separuh gigitan.

“Iya..ya..nggak ada kulitnya.”

“Iyes…jadinya nggak kasar di lidah.”

“Ukurannya juga nggak terlalu besar.”

Kami kembali menekuni onde-onde sampai piring tandas.

“Jadi nggak enak..”

“Kenapa?”

“Kita nggak punya apa-apa. Masa’ ini piring dibalikin kosong.”

Dia nyengir-nyengir. Bikin curiga.

“Kenapa?”

“Iya…nggak enak. Apalagi kapan hari aku yang iseng bilang sama ibu sebelah, bagi onde-onde kalo ada pesanan..hehehe..”

Aduh!

 

Buat Indi, happy birthday, neng🙂

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s