Pempek Kapal Selam

 

“Terima kasih..”

Dua porsi pempek kapal selam terhidang di meja. Masih panas. Ku  tuang kuah ke dalam piring. Yummy…

“Tau kenapa namanya kapal selam?”

“Errr…mirip kapal selam?”

“Dimana miripnya? Apalagi kalo udah diiris sampai merekah gini, nggak ada mirip-miripnya sama kapal selam.”

“Terus apa, dong?”

“Itu gara-gara proses pembuatannya.”

“Eh? Perasaan bikinnya sama kayak pempek lain.”

“Enggak yaaa. Gini, dari semua jenis pempek, cuma kapal selam yang ada isi satu telur utuh.”

“Iya.”

“Ini yang bikin ribet. Jadi adonan dibuat sedemikian rupa sampai waktu telur dipecahkan nggak bocor dan beleber kemana-mana. Setelah itu pempeknya direbus.”

“Terus dimana kapal selamnya?”

“Diproses rebusnya. Kalo masih mentah, pempeknya bakal tenggelam. Begitu matang, dia muncul ke permukaan. Kayak kapal selam gitu..”

“Ini beneran?”

“Iya.”

Sepertinya pempek kami sudah tak terlalu panas. Tak sabar untuk melumat habis. Sedikit menyendok. Meniup. Dan menyuapkan ke dalam mulut. Tapi…

“Aaaa…”

Dia pasti complain kali ini.

“Kuahnya asyeeeemmm benerrrrr…..”

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s