Tahu Tek-Tek

“Nih…”

Dia mengulurkan sesuatu dalam tas plastik.

“Apaan, nih?”

“Tahu tek-tek.”

Mataku membelalak. Buru-buru ambil sendok.

“Ada temen yang dapet promosi jabatan. Dia traktir di pujasera. Disitu terkenal tahu tek-teknya enak. Makanya aku pesen satu dibawa pulang buat kamu.”

Aku menyeringai lebar. Buru-buru menyuap tanpa memindahkannya ke piring. Ummm…

“Enak?”

“Banget!”

“Itu tadi aku pesen porsi standar.”

“Eh? Emang ada yang nggak standar?”

“Ada. Ditambah telur dadar. Daripada aku diomelin sama orang diet, mending pesen yang standar aja.”

Aku senyum-senyum.

“Ini petisnya pasti oplosan. Enak banget.”

“Oplosan?”

“Iya. Dulu aku pernah dikasih tau kalo mau dapet rasa petis yang enak harus dioplos. Petis kualitas bagus dioplos sama petis biasa yang dijual di pasar. Gitu.”

“Ooo…”

Makananku tandas. Enak. Sangat. Serius.

“Tapi walaupun oplosan, rasa udangnya masih kerasa.”

Dia menoleh.

“Udang?”

“Iya. Petis kan dibikin dari udang.”

Dia melotot.

“Kenapa?”

“Aku tadi pesen tahu tek-tek yang pake telur dadar di pujasera.”

“Nah lo! Bukannya kamu alergi udang?”

“Aaaaa…CTM!”

 

2 thoughts on “Tahu Tek-Tek

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s