Air Mineral

“Beda.”

“Masa?”

“Iya.”

“Beneran?”

“Bener.”

Aku masih memegang gelas berisi air dingin.

“Bedanya?”

“Gini…”

Dia membetulkan posisi duduknya.

“Air mineral dan air minum dalam kemasan ato AMDK itu beda. Air mineral, diambil langsung dari sumbernya, mengandung mineral, layak minum, dikemas didekat sumbernya dengan kemasan yang berbagai macam namun harus sesuai standar sehingga kandungan mineralnya nggak hilang.”

Aku meneguk air dari gelas. Dingin. Segar.

“Kalo AMDK, air yang diolah, layak minum, dikemas dalam berbagai macam bentuk. Salah satu bentuk AMDK adalah air mineral. Gitu.”

Aku manggut-manggut.

“Jadi selama ini orang sering salah kaprah, ya?”

“Iya. Sering disamakan. Padahal AMDK itu bisa macam-macam. Ada sir soda, teh, kopi, jahe, termasuk air mineral.”

Aku menuangkan air dari botol ke gelas hingga kosong, lalu meminumnya sampai tandas. Siang ini memang luar biasa panasnya.

“Lho, kok kulkasnya kosong. Botol airnya pada kemana?”

“Tuh dimeja …”

“Lah! Nggak diisi?”

“Kan air mineralnya abis. Galonnya udah aku taruh di garasi. Yang jual keliling libur hari Minggu gini …”

“Terus?”

“Kamu yang beli, yah. Panas, nih!”

“…..”

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s