Fettucini Alfredo

Alfredo.”

Carbonara.”

Alfredo aja.”

“Eneg. Carbonara.”

“Ayolah. Carbonara sama Bolognaise udah sering. Alfredo dong…”

Dia diam.

“Ya udah. Alfredo.”

Aku senyum lebar.

“Tapi krimnya nggak usah banyak-banyak ya…”

“Apa kata komandan, deh!”

Dia mulai menyalakan kompor dan merebus pasta fettucini. Urusan pasta, dia memang jagonya. Aku cuma duduk manis di kursi island.

“Aku nggak percaya kalo kamu yang masak pasta.”

“Kenapa?”

“Masa bikin fettucini alfredo kok munculnya kayak cream sup gitu…”

Aku selalu ngakak tiap ingat komentarnya. Masih terbayang tampang takjubnya melihat ‘cream sup fettucini alfredo’ buatanku.

“Nih!”

Fettucini alfredo siap dengan cantiknya. Walau terlihat pucat karena saus krimnya, tapi justru itu yang menarik seleraku. Dengan jamur kancing dan potongan daging asap menyembul diantaranya. Tapi… Aku mengaduk-aduk piring.

“Cari apa?”

“Kok nggak pake udang?”

“Ebuset dah! Kalo dikasih udang terus aku nggak ikutan makan dong! Yang ada malah semalaman garuk-garuk badan.”

Dia manyun. Aku kembali ngakak.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s