Siomay

“Beliin siomay…”
“Males, ah..”
“Aaa…beliin.”
“Ogah.”
“Ayolah…”
“Ntar aku nggak ikutan makan.”
“Beli siomay ayam. Jangan yang udang.”
“Makan nggak pake bumbu juga nggak asik.”
“Pake kecap aja. Kamu kan nggak suka bumbu kacang. Pake saos tomat sama saos sambal juga enak.”
Dia mendengus. Aku menjulurkan lidah.
“Ya udah.”
“Wuiii…thank you, dear..”
Dia menutup ponsel. Pun aku. Agak merasa bersalah sih. Awalnya minta dibelikan sate. Kok jadi pengin siomay.
Yaa…hitung-hitung latihan punya istri ngidam.
Eh?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s