Mie Goreng


“Pake yang basah.”
“Kenapa?”
“Kalo yang instant ada pengawetnya.”
“Emang kalo yang basah nggak pake pengawet? Jangan-jangan malah lebih berbahaya kayak yang di tv.”
“Kan kita udah kenal sama yang bikin. Berani gitu dia macem-macem pake pengawet? Lagian dicuci bersih pake air panas, biar steril. Kalo masih nggak yakin, bikin sendiri.”
Dia meletakkan mie basah diatas meja. Merendamnya dalam air panas, sambil menyiapkan bahan yang lain.
“Wortelnya jangan terlalu tebal irisannya. Ntar jadinya nggak matang.”
“Baksonya habis.”
“Yaah…Pake telur aja kalo gitu. Diorak-arik.”
Semua bumbu pelengkap sudah siap. Ini memang sudah kebiasaannya. Menyiapkan segala sesuatu sebelum memasak. Bahkan untuk dua porsi mie goreng.
“Semua sudah lengkap kan?”
“Belum.”
Dia menoleh.
“Apalagi?”
“Gas elpijinya habis.”
“…..”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s