Payung Ungu Amela

Mataku menangkap sosok familiar di salah satu gerai tak jauh dari escalator sebuah mall.

“Amela?”

Dia dan seorang perempuan menoleh.

“Bu Indah!”

Matanya binar membelalak. Aku tersenyum. Pun perempuan yang bersamanya.

“Lagi belanja?”

“Beli payung, Bu.”

Dia lalu menghambur di antara aneka warna dan rupa payung.

“Dia cari payung baru. Yang lama sudah rusak.”

Perempuan yang ku kenal sebagai bunda Amela buka suara. Aku tersenyum.

“Yang ini ya, Bunda…”

Amela menghampiri kami dengan payung lipat tiga berwarna ungu. Perempuan itu mengangguk. Amela lalu menuju kasir.

“Dia sisihkan uang sakunya untuk beli payung. Kalau sudah punya mau, nggak bisa dibelokkan.”

Alisku terangkat. Menabung untuk membeli payung. Patut jadi teladan.

Tak lama, Amela kembali dengan payung pilihannya terbungkus rapi di tangan. Kami berpisah setelah saling memberi salam.

*

 Belakangan ini hujan rajin turun di siang hari. Setiap hari. Tak urung, halaman dihiasi payung warna warni saat jam pulang sekolah. Tapi ada satu payung yang selalu menarik perhatianku.

Payung ungu. Milik Amela. Tak ada yang menyamai. Hanya anehnya, selalu ada di tangan yang berbeda. Hampir setiap hari. Kemarin ada di tangan Becky. Kemarin lusa dipegang Hanny. Sebelumnya Sheila. Dan hari ini Riri sedang memegangnya, bersiap menerobos rinai.

Lalu dimana Amela?

“Riri..”

Dia menoleh.

“Iya, Bu Indah.”

“Payungmu bagus.”

“Bukan, Bu. Ini payung Amela.”

Nah! Benar, kan?

“Lalu Amela dimana?”

“Sudah pulang, Bu.”

“Dia nggak kehujanan?”

Riri menggeleng.

“Amela sekarang selalu dijemput bundanya naik mobil, langsung pergi les. Payungnya dipinjamkan ke teman-teman yang nggak bawa payung. Hari ini saya yang pinjam. Payung saya ketinggalan di rumah.”

Riri mentertawakan kealpaannya. Aku tersenyum. Tak lama dia pamit dan berlalu, meninggalkanku sendiri dengan sosok Amela dalam benak.

Rajin menabung dan gemar menolong. Sifat baik yang mulai jarang ditemukan.

Sayangnya aku tak lama lagi melihat payung ungu milik Amela beredar di sekolah, jika dia lulus tahun ini. Tapi semoga sifat-sifat baiknya masih berlanjut selamanya.

12 thoughts on “Payung Ungu Amela

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s