Kisah kupu-kupu yang lucu

Hujan sudah reda. Aku keluar dari tempat persembunyianku. Sedih. Sebal. Karena wajahku yang buruk rupa terpantul dari sisa air hujan. Coklat tua, berbulu, gendut, lamban, doyan makan. Entah apa lagi. Sepertinya tak ada yang bisa dibanggakan dari diriku.

Ah, sudahlah. Perutku berbunyi. Sepertinya sudah waktunya diisi lagi. Aku lalu merembet di dahan yang licin. Berjuang menuju ke ujung yang ringkih. Susah payah namun harus berhasil. Demi perut, daun muda nan segar harus aku dapatkan.

Tiba-tiba mata ini menangkap sosok yang indah. Hinggap dipermukaan genangan air hujan. Sayap ungunya sungguh cerah memikat. Tuhan..luar biasa sekali ciptaan Mu.

Mungkin merasa aku perhatikan, tiba-tiba dia terbang dan hinggap tak jauh dariku.

“Hai, cyiiin…”

Aku bengong.

“Halo…”

“Dingin-dingin gini, emang enak ngemil ya, boo…”

Aku bengong lalu mengangguk.

“Tapi akyu udah ga bisa makan kayak dulu.”

Tiba-tiba dia sendu. Aku masih takjub.

“Eh, iya yah? Tapi kamu sekarang keren, langsing pula. Nggak kayak aku.”

“Aish…kayaknya kita-kita ini emang nggak bisa bersyukur yah…”

“Errr…maksudnya?”

“Dulu akyu juga punya pikiran kayak kamyu. Ngerasa jelek, gendut, berbulu, dan seterusnya, dan sebagainya. Pengin buru-buru jadi kupu-kupu. Biar cantik, ganteng, langsing, bisa terbang dan lain-lainnya.”

Aku mendengarkan.

“Begitu udah jadi kupu-kupu, pengin balik lagi jadi ulat bulu.”

“Kok?”

“Iyah. Ulat bulu itu ulet. Gigih cari makan, walau jalannya lambat. Nggak takut dikejar-kejar mau ditangkap manusia. Nggak cemburu sama kupu-kupu lain. Kadang kepikiran, loh. Kenapa sayapkyu ungu? Padahal akyu sukanya pink. Bete!”

Aku diem.

“Udah deh, cyiiin. Nggak usah jealous sama kupu-kupu. Nikmati aja masa-masamyu. Disyukuri semuanya. Enjoy ajah…”

Aku tersenyum.

“Udah ya, boo…Happy cemil-cemil. Deee…”

Dia lalu terbang dengan gemulainya.

Ah, sepertinya aku memang kurang bersyukur.

 

10 thoughts on “Kisah kupu-kupu yang lucu

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s