#IstimewaItuKamu

Bu Tini yang terhormat,

Saya tidak tahu dimana ibu sekarang. Apakah masih ribuan kilometer dari tempat saya berdiri sekarang? Sehat, Bu? Semoga Tuhan melindungi ibu. Selalu. Amin.

Bu Tini,

Saya tak akan menyalahkan bila ibu tak ingat saya sama sekali. Sangat manusiawi. Anak ibu ratusan. Bahkan mungkin ribuan. Pun ratusan ribu. Hanya orang gila yang akan menghitung jumlah pastinya. Itulah kenapa saya menulis surat ini. Sebagai salah satu anak ibu.

Bu Tini,

Saya adalah salah satu anakmu. Dulu. Terdaftar di ruang kelas satu milikmu. Anak yang duduk dekat jendela dengan takut-takut. Tak kenal satu orang pun. Tak bisa apa-apa. Tapi ibu mengenalkan saya pada banyak hal. Pada teman baru, guru, lingkungan sekitar, ilmu pengetahuan. Juga pada setiap angka dan aksara yang sekarang bukan lagi kewajiban guru sekolah dasar. Tiap melihat buku-buku yang berhasil saya tulis, tak terbayang akan berwujud bila tanpa turun tanganmu.

Saya tahu, ibu tak ingin di sanjung sebagai pahlawan. Semuanya adalah kewajiban ibu sebagai guru. Tapi itu yang membuat semuanya lebih berharga. Ketulusan dan keikhlasan berbagi ilmu.

Bu Tini,

Saya tak mampu berkata banyak. Hanya terima kasih dan cinta yang tak terhingga untukmu. Semoga Tuhan membalas semua kebaikan dan melindungimu selalu. Amin.

 

Salam hormat,

-anakmu-

2 thoughts on “#IstimewaItuKamu

  1. Semoga doa yang terucap untuk Bu Tini sekarang bisa menjadi salah satu doa yang menghantarkan beliau kepada kebaikan-kebaikan lainnya. Dan Allah berikan yang terbaik juga untuk Ibu Tini dan keluarga.🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s