April Mop

Dia panik tak karuan.  Aku berusaha menenangkan.

“Gimana bisa tenang! Mas Agung kecelakaan!”

Aku menarik nafas dalam. Entah sudah berapa kali nama suaminya disebut dari tadi.

“Iya, Nez. Tapi tadi yang telpon kasih kabar kecelakaan siapa?”

“Rumah sakit!”

“Rumah sakit mana?”

“Aku nggak tau. Aku keburu panik, jadi lupa tanya”

Inez masih hilir mudik di depanku. Nada suaranya entah sudah oktaf ke sekian. Air matanya sudah di tepi, akan banjir tak lama lagi.

“Duduk sini…”

Aku menepuk sofa empuk disampingku. Dia menurut.

“Kamu tadi sudah coba hubungi ponselnya?”

Dia mengangguk.

“Terus?”

“Nggak diangkat.”

“Mana ponselmu?”

Dia merogoh saku celana lalu mengangsurkan padaku. Kucari panggilan terakhir dan mencoba mengubungi. Sekali. Dua kali. Tiga kali.

“Bener, kan? Nggak diangkat!”

Mulai terlihat panik lagi. Aku mencoba tetap tenang.

“Sudah hubungi teman mancingnya?”

Dia menatapku. Ada sedikit binar.

“Belum…”

Kembali kucari nomor sang teman sesuai petunjuk Inez. Nada panggil. Sekali. Dua kali. Tiga kali.

Diangkat!

“Selamat siang. Benar saya bicara dengan bapak Surya?”

Aku melirik Inez. Matanya penuh harapan.

“Saya Yola, teman pak Agung Wirawan. Apakah beliau masih bersama pak Surya sekarang? Karena saya hubungi ponselnya tidak diangkat.”

Aku masih fokus dengan kalimat dari laki-laki di ujung sana.

“Baiklah. Terima kasih banyak. Selamat siang.”

Aku memutus sambungan telepon. Inez tampak tak sabar.

“Gimana?”

Aku mengambil nafas dalam.

“Iya. Agung kecelakaan…”

Wajahnya memucat. Tak lama tubuhnya lunglai. Pingsan.

“Nez! Inez! Bangun! Sadar, Nez!”

Geming.

“NEZ!’

Tak bergerak.

“Nez, bangun! Aku bercanda! Ini April mop!”

Masih tak ada respon.

Aku tersenyum. Jebakanku berhasil. Aku yang menghubunginya tadi, atas nama rumah sakit. Sedang si Surya hanya berujar kalau Agung sudah dalam perjalanan pulang. Aku tahu kebiasaan Agung. Tak pernah menjawab panggilan ponsel saat mengemudi.

Inez masih tak sadarkan diri. Puas. Setidaknnya keinginanku mungkin bisa terkabul. Test pack bergaris dua yang kudapati di kamar mandinya beberapa hari lalu akan berubah negatif. Aku tak rela dia mendapat anak dari Agung.

Agungku.

 

4 thoughts on “April Mop

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s