Beef Cordon Bleu

“Tema menu kali ini adalah…Western!”

Dia tersenyum cerah. Aku mengangkat alis. Oke, memang kemarin dia bilang hari ini mau masak. Tapi, Western? Tumben. Biasanya dia coba resep masakan Indonesia.

“Dan pilihannya jatuh pada…Beef cordon bleu!”

DUENG!

Eh? Beef Cordon Bleu? Nggak salah?

“Serius?”

“Iya.”

Beef? Bukan chicken?”

Beef. Moooo…”

Dia melenguh seperti sapi. Dengan cekatan, dia mengeluarkan semua bahan dan bumbu dari dalam kulkas, juga lemari.

“Jadi, kita pakai daging sapi bagian tenderloin. Kenapa? Karena empuk. Itu aja. Aku males harus berantem pukul-pukul daging biar lebih empuk.”

Aku kembali mengangkat alis. Oke. Masuk akal, sih. Dia tetap memukul-mukul daging, untuk menipiskan.

“Kalo udah tipis gini, taruh daging asap diatasnya. Juga keju. Lalu gulung dan ikat dengan benang.”

Aku memperhatikan. Rapi juga kerjanya. Dia kemudian memasukkan gulungan three in one tadi ke dalam kukusan.

“Sekarang, waktunya bikin saus.”

“Saus apa?”

“Jamur aja yah. Lupa beli tomat.”

Dia mengiris tipis jamur kancing, juga mencincang bawang putih dan bawang Bombay. Memanaskan mentega di penggorengan, kemudian menumis para bawang dan jamur. Memasukkan tepung terigu, susu, garam, merica, sedikit gula. Tampak berbuih, kompor dimatikan.

“Sip. Saus jadi.”

Dituangkan saus kekuningan itu ke mangkuk berukuran sedang. Harum.

TING!

Timer membuyarkan konsentrasi. Waktunya menggoreng.

Gulungan dikeluarkan dari kukusan. Dilepas pengikatnya. Digulirkan di hamparan tepung panir. Lalu dicelupkan ke dalam kocokan telur. Balik gegulingan di tepung panir. Sejurus, minyak dan mentega sudah panas di penggorengan.

SREEENGGG!

Asap mengepul, walau api kecil yang dipakai. Matanya mengerjap. Tapi tak butuh waktu lama, gulungan three in one sudah matang. Ditiriskan dan disajikan setelah dipotong dua. Lelehan keju mengintip diselanya.

Menggoda.

“Selesai!”

Dia tersenyum puas.

“Belum kayaknya…”

“Heh? Apanya yang belum?”

“Pelengkapnya mana? French fries? Buncis? Wortel? Sweet corn? Kacang polong?”

Dia menepuk jidat.

“Kalo gitu temanya berubah. Bukan Western, tapi Fusion.”

Lagi-lagi aku mengangkat alis.

“Karena pelengkapnya lupa, kita makan pake nasi…”

Aku pasang muka datar. Membayangkan lelehan keju dan saus jamur diatas nasi.

“Kamu mau pake sambal terasi atau sambal bajak?”

“…..”

 

Pesanan @teguhpuja, siap disajikan ^_^

6 thoughts on “Beef Cordon Bleu

  1. Oke, pesanan sudah diterima. Hihi.

    Well Mbak, biasanya aku nikmati Beef Cordon Bleu-nya dengan secangkir hot chocolate. And I didn’t find it here. Hihi.

    Anyhow, it was a tempting one. I bet it’s gonna be really delicious if it was served in front of my eyes.😛

    Thanks for the late dinner, Mbak.😉

    • Eh? Beef cordon bleu sama hot chocolate? Gpp yah? Aku kebiasaan kalo makanan/minumannya udah rich taste-nya, pasangannya cari yg plain. Cordon bleu biasanya minum cm air putih atau teh tawar. Hot choco nggak aku pasangin sama makanan/cemilan apapun. Biar rasanya bisa keinget. Maklum, faktor U, rada susah nginget huehehe🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s