Apa dong?

 

Matanya masih tertutup kain hitam. Perlahan, ku tuntun dia masuk ruangan. Pelan. Dan sampailah kami di depan sebuah meja.

“Tadaaaa! Happy birthday!”

Dia mengucek mata setelah penutupnya ku buka. Didapati sebuah kotak besar di atas meja.

“Apa ini?”

“Kado. Buat kamu.”

Matanya membulat. Senyumnya mengembang.

“Waaa…terima kasih! Aku buka sekarang, boleh?”

Aku mengangguk.

Namun belum juga dia menyentuh, tiba-tiba kotak berwarna merah itu bergerak. Dia memekik.

“AAA!! Kok gerak?! Apa isinya?”

Duh! Rencanaku bisa gagal.

“Udah…buka dulu.”

“Ogah!”

“Nggak apa-apa. Nggak gigit, kok.”

“Emang apa isinya? Kucing? Anjing? Jangan-jangan iguana.”

Aku menggeleng.

“Terus apa, dong?”

Aku tersenyum misterius.

“Kita buka sama-sama, ya…”

Dia mengangguk. Kami mendekati meja. Perlahan, menarik pita yang mengikat. Menyibak tutup bagian atas. Dan…terbuka. Tapi kenapa tak ada reaksi apapun?

Dia menatapku. Aku senyum-senyum usil. Dia melotot. Aku menjulurkan lidah. Akhirnya dia memberanikan diri melihat ke dalam kotak yang telah terbuka. Dan…dia memekik tertahan!

Dijulurkannya tangan ke dalam kotak. Mengambil sesuatu yang ada di dasarnya.

“Aduh…lucunya!”

Sepasang kelinci berwarna putih dan coklat sekarang ada dipelukan.

Happy birthday!”

Dia tersenyum lebar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s