Maaf, aku sibuk

“Maaf. Aku sibuk.”

Kemudian dia berlalu. Tinggal aku sendiri. Termangu. Lagi.

Selalu seperti ini. Bukan sedih. Hanya nelangsa. Kamu kekasihku. Resmi. Semua tahu itu. Tapi mengapa aku tak merasa seperti itu?

“Udah, putusin aja.”

Drew buka suara suatu kali. Dia terlihat sebal melihatku, sahabatnya, dalam keadaan seperti ini.

“Kalo kayak gini, apa bedanya punya pacar sama nggak?”

Messy ikut menyembur.

“Percuma ganteng kalo nggak perhatian.”

Kali ini suara Cecile terdengar sinis.

Aku diam. Sahabat-sahabat ini memang paling tahu bagaimana perasaanku. Aku tak menuntut dia selalu ada setiap saat. Aku tahu banyak hal yang harus dia kerjakan. Dia juga butuh berkumpul dengan teman-teman, sama sepertiku. Tapi yang ku rasakan sekarang lain.

Kamu beda.

Kamu berubah.

Aku merasakan ada jarak antara kita. Kamu rasakan juga, kah?

Aku menghela nafas. Duduk sendiri disini. Hampir setiap waktu. Menunggumu yang tak kunjung tampak.

Kamu dimana?

Aku rindu.

Datanglah.

Ayo kemari. Aku disini.

Tiba-tiba aku waspada. Mendengar sesuatu. Tak salah lagi. Itu suara langkahmu. Benar. Aku tak pernah keliru. Seketika hati ini berbunga.

Dikejauhan aku melihatmu. Senyummu mengembang. Melangkah dengan gagahnya. Ke arahku.

Ya. Kamu datang. Hanya untukku.

Kini, kamu benar-benar ada di depanku. Membawa sesuatu. Untukku. Hanya kamu yang paling tahu apa yang aku suka.

Sebongkah tulang sapi.

“GUK!”

2 thoughts on “Maaf, aku sibuk

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s