Bandeng Presto

Jarang-jarang kami ke Semarang. Nggak ada saudara disini, sih. Karena satu dan lain hal, kali ini kami ada di kata lumpia.

“Enaknya beli oleh-oleh apa buat tetangga?”

“Ummm, bandeng presto aja. Gimana?”

“Yang lain ada nggak? Masa’ dari dulu bandeng presto mulu kalo dari Semarang?”

“Abis itu yang paling gampang. Awet, nggak cepet basi kayak lumpia. Bisa buat lauk. Relatif bisa dimakan semua orang. Nggak ribet juga bawanya.”

“Katanya ada tahu bakso.”

“Ah, nggak terlalu spesifik. Kalo bawa bandeng presto, orang langsung cepet nangkep, kalo ini dari Semarang.”

“Ya udah. Jadi beli bandeng presto aja, nih?”

“Iyah.”

“Berapa bungkus?”

“Bentar…”

Aku mulai berhitung.

“Dua puluh lima.”

“Buset!”

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s