Baceman

Dia menggigit tempe bacem. Keningnya berkerut. Ganti tahu digigit. Masih berkerut juga.

“Apa yang kurang, ya?”

“Lha apa dong? Masak sendiri kok bingung?”

“Iya. Perasaan sama kayak biasanya.”

“Gula jawa?”

“Pake.”

“Bawang merah?”

“Pake juga.”

Aku ikut menggigit.

“Gimana?”

“Perasaan sama kayak biasanya.”

“Enggak. Ada yang beda.”

Lidahnya memang sensitif, kalau nggak bisa dibilang ribet. Dia bongkar-bongkar dapur. Sampai tiba-tiba…

“Ini dia!”

“Apaan?”

“Kenapa ganti kecap nggak bilang-bilang? Yang merek ini nggak seenak biasanya.”

Nah! Benar, kan? Lidahnya memang ‘nggak biasa’.

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s