Klepon

Kami berdua memilih klepon. Yes. Sebulan sekali, grup pengajian di kantor mengundang anak yatim dari panti asuhan yang sudah ditentukan secara bergilir. Untuk kue pengganjal perut, salah satunya kami pilih klepon untuk kali ini. Kenapa?

“Mengenalkan salah satu makanan tradisional pada anak-anak. Belum tentu juga mereka pernah makan ataupun melihat secara langsung bentuk klepon. Juga, buat yang belum pernah makan klepon, akan cukup kaget dengan ‘kejutan’ dari si klepon. Hihihi…”

“Bikin atau pesen?”

“Pesen aja di ibu sebelah. Pasti maknyus.”

“Tapi minta jangan terlalu besar kleponnya. Kasihan anak-anak yang masih terlalu kecil kalo kleponnya kebesaran.”

“Sip. Beres.”

Sebenarnya niat awal kami agak sedikit ambigu. Antara ingin mengenalkan makanan tradisional dengan kasih ‘kejutan’ saat anak-anak yatim itu makan klepon.

Sudahlah. Hanya Tuhan yang tahu.

*wink

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s