Tahu Sumedang

Aku menuangkan isi kantong kertas ke atas piring. Belasan tahu Sumedang bergulir cepat. Kulihat senyumnya merekah.

“Whoaaa…masih panas!”

Aku memang membeli tahu Sumedang yang baru selesai ‘berenang’ dalam minyak panas.

“Kok cabenya dikit?”

Mulai, deh. Mister pedes kumat protesnya.

“Cabe mahal. Sekilo empat puluh ribu.”

Dia berubah manyun.

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s