Blueberry Cheesecake

Kami duduk berhadapan. Dua slices blueberry cheesecake tersaji cantik di piring kecil. Menggoda. Tapi kami menatapnya tanpa antusias.

Aku memotong kecil salah satu sudutnya dengan garpu, lalu menyuapkannya ke dalam mulut. Dia melakukan hal yang sama. Enak. Cheesecakenya lembut sampai hampir lumer dimulut. Blueberrynya manis tapi tidak terlalu manis. Tak sampai bertolak belakang seperti strawberry cheesecake. Tapi kami tetap tak terlalu antusias.

“Bukan yang terbaik…”

Dia buka suara sambil meletakkan garpu kecilnya. Kali ini aku sepakat dengannya. Mataku menerawang ke luar jendela kafe.

Kami punya cerita. Tersebutlah sebuah kedai kecil bernama Kubu burger. Letaknya ada di foodcourt terbuka sebelah Timur laut masjid Nabawi, Madinah. Kami singgah ke kedai itu karena tertarik dengan burger kalkun yang belum pernah kami coba. Tiba-tiba mereka menawarkan blueberry cheesecake sebagai dessert. Kenapa tidak? Jadilah kami pesan lengkap dengan air mineralnya. Tanpa tendensi apapun, hanya penasaran tentang burger kalkun.

Apa yang terjadi? Blueberry cheesecakenya sangat luar biasa! Kami tak mampu berkata-kata. Enak. Sekali. Kami tersihir. Dan yang terjadi kemudian adalah kami selalu mampir ke kedai ini setiap pulang dari masjid selama ada disana.

Dan disinilah kami sekarang. Duduk berhadapan di sebuah kafe. Menunggu hujan reda. Dengan potongan blueberry cheesecake yang belum tandas. Dengan rindu yang sangat dalam untuk kembali ke Madinah.

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s