Beban di Pundak

Akhir-akhir ini sedang musim ujian. Dua minggu lalu, Ujian Negara untuk siswa kelas XII. Senin lalu giliran anak-anak kelas IX. Dua minggu lagi, murid kelas VI harus siap tempur. Well, good luck children🙂

Kadang saya suka terbengong sendiri melihat anak sekolah masa kini. Terlepas dari sekarang bertebaran full day school. Apa anak sekolah sekarang begitu banyak buku dan perlengkapan yang harus dibawa, sehingga seakan mereka seperti anak yang akan pindah ke luar kota? Tas ransel yang begitu besar dan tampak sangat berat di punggung. Bahkan beberapa anak sekolah dasar justru membawa tas serupa koper kecil, lengkap dengan roda dan tuas penariknya.

Ternyata berat juga beban di pundak mereka. Ini baru arti secara harafiah. Nasib banyak orang juga ada di tangan mereka. Nasib para guru, kepala sekolah, bahkan sekolah mereka. Apa jadinya mereka tidak lulus dengan nilai baik? Guru tak jelas nasibnya, kepala sekolah di ‘mutasi’ entah kemana, dan peringkat sekolah bisa turun drastis. Bahkan orangtua turut malu, jika anaknya tak lulus dengan nilai baik dan di terima di sekolah favorit.

Bukankah tugas anak hanya belajar dan bermain? Melakukan keduanya dengan senang gembira? Bukannya ditambahi beban menanggung nasib orang lain?

Please. Kembalikan mereka ke dunianya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s