Ayam Goreng

Akhirnya…dapet juga pedagang ayam yang bisa jadi langganan.”

Emang yang sebelum-sebelumnya nggak bisa?”

Yang ini, mau jualin kalo kita beli dada, paha atau sayap aja. Yang lain nggak mau. Harus campur.”

O..gitu.”

Mau nganter ke rumah juga.”

Waa…full service. Ati-ati, entar ditipu.”

Ditipu gimana?”

Yaa..kali aja, ayam yang diantar ke rumah bukan ayam yang masih fresh.”

Kalo itu kan bisa dicek waktu diantar.”

Ngeceknya?”

Kalo waktu ditekan dagingnya nggak kembali semula, berarti ayamnya nggak fresh. Kalo bekas potongan dileher lurus, berarti ayamnya udah nggak meronta waktu dipotong alias udah mati dulu. Kalo ada warna biru di bawah sayap, berarti ini ayam mati kemarin.”

Wuih…ternyata gitu caranya.”

Iya, jadi jangan asal beli atau asal terima.”

Terus ini ayam mau dimasak apa?”

Digoreng.”

Aseeeek…”

Ini ayam goreng pesenan bapak. Begitu matang, di kirim ke rumah sana.”

Lah? Buat aku?”

Enggak ada. Ntar aku dadarin telor deh.”

“…..”

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s