Cubit-cubitan

Waktu saya kecil, ibu pernah bilang, “Kalo nggak mau dicubit, jangan mencubit.” Kalo nggak mau disakiti, jangan menyakiti. Simpel. Sesederhana itu, seharusnya. Tapi, tidak ada yang sederhana kalau kita bersinggungan dengan variable yang satu ini.

Manusia.

Well, manusia memang unik. Terlepas dari kelebihan dan kekurangannya. Satu stimulus yang sama, bisa direaksi berbeda oleh manusia yang berbeda. Juga soal ‘cubit-cubitan’ yang ibu katakan tadi.

Ada orang yang dicubit, lalu balas mencubit. Ada juga yang dicubit, tapi tak balas mencubit. Dan ada juga yang dicubit, dibalas dengan pukulan. WOW!

Saya hanya baru bicara ranah ‘cubit-cubitan’. Konteks yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari lebih besar dan kompleks. Penipuan, pencurian, korupsi, fitnah, pembunuhan karakter dan entah hal apalagi yang terdengar sangat mengerikan. Kira-kira, sebelum melakukan semua itu, para pelakunya sudah berfikir berulang-ulang nggak yah? Lah, boro-boro deh kayaknya, yang penting yang bersangkutan tidak dalam posisi yang dirugikan. Benar?

Saya nggak akan sok suci dan bijaksana. Saya juga pernah ‘mencubit’ kok🙂 Tapi masih dalam konteks becanda, sih. Dan, kalau saya ada dipihak yang ‘dicubit’ (amit-amit!), mungkin saya akan membalas dengan lebih keras. Tendangan dan pukulan saya masih oke lho!

FYI aja sih🙂

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s