Choky, Si Kelinci

Di sebuah hutan, hidup seekor kelinci. Ibu kelinci memberi nama Choky, karena bulunya berwarna coklat muda. Choky tumbuh menjadi kelinci yang sehat, riang dan lucu. Kejenakaannya terkenal, tak hanya dikalangan sesama kelinci tapi juga hewan jenis lain. Kemunculan Choky selalu menerbitkan keceriaan dan tawa riang dari hewan-hewan yang ada disekitarnya.

Namun, beberapa hari ini tersiar kabar bahwa Choky sakit. Menurut ibu kelinci, Choky terserang demam tinggi. Tubuhnya sering menggigil. Bulunya mulai rontok. Tak ada nafsu makan. Sakit apa sebenarnya si Choky? Hingga hutan pun ikut murung, kehilangan keceriaannya.

Hingga suatu hari, datanglah seekor kambing hutan jantan. Dia memohon ijin pada ibu kelinci untuk diperbolehkan menyembuhkan Choky. Dengan bekal berbagai dedaunan dan akar-akaran, kambing hutan membuat ramuan obat-obatan. Semula Choky menolak, namun demi kesembuhan ia mau meminum ramuan tersebut.

Ajaib! Keesokan harinya, Choky merasa lebih baik. Panas badannya turun. Nafsu makannya sedikit demi sedikit muncul. Walaupun bulu-bulunya belum mulai tumbuh kembali.

“Terima kasih, pak Kambing. Choky sudah lebih baik sekarang.”

Kambing hutan tersenyum.

“Seharusnya saya yang berterima kasih pada Choky.”

Choky dan ibu kelinci bingung. Kambing hutan melanjutkan kalimatnya.

“Saya berhutang budi pada Choky. Dulu, sewaktu anak saya mati diterkam harimau, Choky selalu datang bersama-teman-temannya untuk menghibur saya. Setiap hari.”

Choky mengerjapkan matanya.

“Kejadiannya memang sudah lama, mungkin Choky sudah lupa. Tapi, karena itu, semangat hidup saya kembali.”

“Ah, Choky hanya suka bercanda, pak Kambing. Bukan pahlawan yang bisa menumpas kejahatan.”

“Pahlawan bukan hanya penumpas kejahatan, Choky. Pahlawan adalah sosok yang bisa membuat lingkungan disekelilingnya menjadi lebih baik. Choky bisa membuat semua tertawa. Senang. Bahagia. Choky juga pahlawan buat kami semua.”

“Ah, pak Kambing. Choky jadi malu..”

“Jangan malu, Choky. Yang kamu lakukan adalah luar biasa. Tak semua bisa melakukannya. Tetaplah membuat sekelilingmu ceria dan bahagia.”

Choky tersenyum.

“Baiklah, pak Kambing. Akan Choky coba.”

 

#7HariMendongeng cc: @teguhpuja @alizarinnn

 

6 thoughts on “Choky, Si Kelinci

  1. Choky si kelinci yang riang. Dan ternyata sikap riang dan penuh semangat, itu semua menular kepada orang-orang di sekitarnya. Keren Mbak.😉

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s