Wasiat Warisan

Hari belum terlalu siang. Tapi semua sudah berkumpul di tepi sungai. Menunggu dengan sabar. Saling berbincang. Kadang ada derai tawa di sana sini.

“Kenapa kita harus berkumpul disini, Bu?”

“Ibu juga tidak tahu pasti, Nak. Sepertinya akan ada pengumuman penting.”

Choky dan ibu kelinci masih bercakap-cakap ketika kakek singa naik ke atas tumpukan batu besar. Senyap seketika, menunggu apa kiranya yang akan disampaikan.

“Warga hutan semua…”

Wajah kakek singa terlihat sedikit sendu.

“Seperti semua ketahui, beberapa hari lalu kita kehilangan salah seorang penguhi hutan yang terhormat. Pak burung hantu telah berpulang mendahului kita.”

Sebagian dari yang hadir menundukkan kepala. Masing-masing larut dalam kenangan bersama pak burung hantu.

“Kita kehilangan sosok yang baik, bijaksana, cerdas juga rajin. Sebagian besar warga adalah mantan murid beliau. Guru yang sulit dicari penggantinya.”

Beberapa menitikkan air mata. Anak-anak terdiam, mengingat mendiang guru mereka.

“Itulah kenapa kita berkumpul disini sekarang.”

Kakek singa turun dari tumpukan batu. Lalu berjalan ke sebuah pondok tak jauh dari tepi sungai. Seluruh warga hutan turut serta. Di depan pintu, kakek singa menghentikan langkahnya.

“Sekarang, kita berkumpul di depan rumah pak burung hantu. Sebelum meninggal, beliau menitipkan surat wasiat untuk kita semua.”

Hadirin saling tatap dan bergumam.

“Ya. Pak burung hantu berwasiat, mewariskan rumah ini beserta isinya kepada seluruh warga hutan. Saya berterima kasih kepada keluarga besar monyet yang telah bergotong royong membersihkan rumah pak burung hantu dan mendata isinya. Jadi, saya atas nama mendiang pak burung hantu, mempersembahkan rumah ini bagi seluruh warga hutan. Semoga bermanfaat.”

Kakek singa membuka pintu. Dan…terpaparlah isi rumah pak burung hantu. Seluruh dindingnya di penuhi rak berisi beraneka macam buku. Banyak sekali. Warga hutan begitu takjub melihatnya. Anak-anak bekeliaran, mengambil buku dan membacanya diluar.

Warisan yang luar biasa dari sosok yang lebih dari sekedar luar biasa.

 

#7HariMendongeng @teguhpuja @alizarinnn

 

2 thoughts on “Wasiat Warisan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s