Tiramisu

Kami selalu senyum-senyum malu tiap menghadapi tiramisu cake. Bukan karena bikinan sendiri, harga yang mahal atau segala kerepotan yang dihadapi saat pembuatan. Tapi, lebih karena memori.

Ya. Dia dulu melamarku dengan sepotong tiramisu. Buatan sendiri.

Dia seorang pecinta kopi. Black coffee. Tanpa tambahan.

Sedang aku, lebih suka produk turunan kopi. Latte, cappuccino, macchiato, dan teman-temannya.

Kesamaan minat yang membuatnya memutar otak untuk mencari ide jitu agar lamarannya tak ku tolak.

Tiramisu, gampang-gampang susah. Dengan berbekal pecandu kopi dan kenekadan, dia belajar pada temannya yang seorang pastry chef.

Hasilnya?

Aku menerima lamarannya.

Bukan karena rasa tiramisu yang luar biasa enak. Tapi justru karena tiramisu buatannya sangat ‘dia banget’. Black, alias nggak manis. Bahkan, bukan bubuk kakao yang dipakai sebagai taburan. Melainkan bubuk kopi. 

Orang gila🙂

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s