Dan pemenangnya adalah…

Ramai sekali. Seluruh penghuni hutan berkumpul di lahan kosong. Hari ini diadakan sebuah perlombaan yang sangat tidak seimbang. Final lomba lari antar hutan belantara, antara si kelinci hitam sang juara bertahan wakil hutan Utara, menantang si kura-kura wakil dari hutan tepi sungai. Semua tak akan menyangkal kehebatan dan kecepatan kelinci hitam dalam berlari (atau tepatnya melompat). Namun mereka semua berkumpul kali ini justru ingin memberikan dukungan moral pada kura-kura baik hati yang selalu menjadi bulan-bulanan kelinci hitam yang sombong.

“…Ehmm..perhatian semua..” suara berat pak beruang membahana. Seluruh hadirin menghentikan perbincangan.

Kedua peserta sudah ada di lintasan lomba. Pak beruang berdiri di dekat garis start.

“Kalian sudah siap?”. Keduanya mengangguk.

“MULAI!”

Perlombaan di mulai. Suara penonton bergemuruh. Seperti yang di duga banyak pihak, kelinci hitam melesat cepat hingga tak terlihat lagi. Sedangkan kura-kura, pelan namun pasti bergerak mengejar lawannya.

Dalam lajunya, kelinci hitam tertawa dalam hati. Bagaimana mungkin kura-kura itu bisa mengalahkanku? Entah kapan dia bisa sampai ke garis finish? Jangan-jangan malah tidak akan pernah sampai? Kelinci hitam tersenyum sinis.

Tiba-tiba kelinci hitam melihat kancil sedang duduk sendiri di bawah pohon. Raut mukanya sedih. Kelinci hitam menghentikan larinya.

“Kancil..sedang apa kau disini? Sepertinya sedang sedih?”

“Eh..Kelinci. Iya, aku sedang bingung”.

“Bingung? Bingung kenapa?”. Kelinci hitam lalu duduk di sebelah kancil. Berhenti sebentar tak ada ruginya, toh kura-kura tidak akan sanggup mengejarnya, batin kelinci hitam.

“Begini. Kau kan tahu kalau aku suka sekali makan ketimun. Belakangan ini ketimun susah sekali di dapat. Selain karena cuaca yang tidak menentu sehingga panennya sering gagal, manusia sudah begitu kreatif sehingga ketimun bisa di olah menjadi apa saja. Dari acar sampai bahan kompres mata”. Wajah kancil memuram. Kelinci hitam manggut-manggut.

“Bagaimana nasibku, Kelinci? Sudah tidak ada ketimun di hutan ini. Aku tidak mungkin pergi berbelanja ke pasar seperti manusia”.

“Bagaimana kalau kamu ambil ketimun di ladang milik manusia?” saran kelinci hitam.

“Hah? Maksudmu apa?” kancil menoleh.

“Manusia menanam ketimun di ladang mereka. Kamu ambil saja di sana” saran kelinci hitam.

“Maksudmu..aku mencuri ketimun?”

“Mencuri untuk kebaikan, Kancil. Kalau kau tidak mencuri dari ladang manusia, dari mana lagi kamu akan mendapat ketimun? Atau kamu ingin mati kelaparan?” kelinci hitam memberikan nasihat.

Kancil berusaha merenungi saran kelinci hitam. Tiba-tiba kelinci hitam kaget melihat kura-kura muncul di tikungan jalan. Bagaimana mungkin kura-kura bisa muncul begitu cepat. Kelinci hitam lalu pamit pada kancil.

“Kancil, ada baiknya kau pertimbangkan saranku. Untuk kebaikanmu juga. Tapi maaf, aku harus pergi sekarang”.

Kancil mengangguk. Kelinci hitam kembali melesat pergi. Dan jika akhirnya kancil terkenal karena mencuri ketimun, sepertinya kelinci juga harus ikut bertanggungjawab.

Dalam kecepatan tinggi, kelinci hitam menggumam dalam hati. Bagaimana caranya kura-kura bisa menyusulnya? Secepat-cepatnya dia berjalan, rasanya mustahil bisa mengejarku. Di tengoknya ke belakang, Tak nampak sosok si kura-kura. Ah, masih jauh di belakang, batin kelinci hitam. Ia lalu melanjutkan langkahnya dengan melenggang santai. Buat apa terburu-buru, toh kura-kura masih jauh tertinggal di belakang.

Kelinci hitam tersenyum sambil menghirup angin yang berhembus membawa harum bunga. Sampai ketika ia melihat segerombolan tikus hutan yang sedang bersungut-sungut di tepi jalan setapak.

“Hai teman-teman” sapa kelinci hitam riang.

“Hallo, Kelinci”.

“Ada apa? Mengapa kalian seperti sedang ada masalah?” kelinci hitam duduk bersandar pohon.

“Kami sedang bingung, Kelinci” jawab salah seekor tikus.

“Ada apa?”

“Tadi kami didatangi ibu peri. Beliau minta bantuan kami untuk bersedia menjadi pengawal Cinderella ke pesta dansa nanti malam”

“Hah? Pengawal?”

“Iya, Kelinci. Nanti kami akan diubah wujud menjadi manusia dan akan mengawal Cinderella”.

“Lalu dimana masalahanya?” tanya kelinci hitam.

“Kami harus mencari makan untuk keluarga masing-masing. Anak kami banyak. Bukannya kami tidak ingin membantu ibu peri dan Cinderella. Tapi kalau kami tidak bekerja, lalu keluarga kami tidak makan hari ini”

“Apa ibu peri tidak menjanjikan sesuatu pada kalian? Makanan atau apapun itu?”

“Beliau tidak mengatakan apapun. Masalah ini baru terpikirkan kemudian, saat kami telah menyanggupi untuk menjadi pengawal Cinderella”.

Hening. Semua berfikir dalam diam. Ibu peri memang baik hati. Tapi di lain sisi tikus-tikus ini juga harus menafkahi keluarganya.

“Begini saja..” kelinci hitam buka suara. “Bagaimana kalau kalian demo?”

“Apa? Demo?”

“Iya. Demonstrasi. Pada ibu peri” lanjut kelinci hitam. Para tikus saling berpandangan.

“Kalian demo menuntut upah membantu Cinderella. Kalau memang ibu peri itu baik hati, dia akan menyetujui. Niat kalian baik. Ingin membantu, tapi kalian juga harus memberi makan anggota keluarga”. jelas kelinci hitam. Tikus-tikus itu memandangnya.

“Tapi kami ingin membantu ibu peri dan Cinderella. Menbantu tidak minta upah, Kelinci?” tegas salah satunya.

“Ayolah. Kalian harus realistis. Jaman sekarang sudah tidak ada yang gratis lagi. Semua harus ada imbalannya. Apapun itu wujudnya”.

Gerombolan tikus itu masih tak mempercayai apa yang baru mereka dengar. Kelinci hitam tersenyum.

“Kalian pikirkan saja dulu saranku. Aku yakin ibu peri pasti mengerti kondisi kalian”. Setelah berpamitan, kelinci hitam melanjutkan langkahnya.

Pemandangan di kanan kiri lintasan lomba sungguh memikat mata. Ketika kelinci hitam sedang menikmati hamparan rumput dan bunga, di langit seekor burung terbang melintas.

“Hoi, Kelinci! Apa yang kau lakukan disitu?!” teriak sang burung.

“Aku sedang menikmati pemandangan. Indah sekali, ya?”

“Bagaimana mungkin kau masih sempat menikmati pemandangan? Bukannya kau sedang berlomba dengan kura-kura?”

“Ah, kura-kura. Dia masih tertinggal jauh di belakang” kelinci hitam tersenyum sinis.

“Tertinggal di belakang? Kaulah yang tertinggal, Kelinci. Kura-kura sudah hampir mencapai garis finish” teriak si burung.

“APA?! Bagaimana mungkin?” hilang senyum dari wajah kelinci hitam.

“Kalau kau tak percaya, bergegaslah untuk membuktikannya” si burung berlalu, menuju tempat akhir perlombaan.

Kelinci hitam melesat cepat bak terbakar ekornya. Dia masih bertanya-tanya, bagaimana mungkin kura-kura bisa mendahuluinya? Atau kura-kura bermain curang? Ah, mana mungkin. Pasti pak beruang akan mendiskualifikasinya. Kelinci hitam tetap melaju dalam diam.

Beberapa meter dari garis finish, kelinci hitam melihat kura-kura di kejauhan. Benar kata sang burung, kura-kura berhasil mendahuluinya. Tak habis pikir bagaimana caranya. Kelinci hitam berusaha sekuat tenaga mengejar. Martabat dan harga dirinya dipertaruhkan. Apa jadinya bila kura-kura bisa mengalahkannya. Kelinci hitam menggeleng. Tidak. Itu tidak boleh terjadi.

Kelinci hitam tetap melesat. Riuh penonton menanti siapa yang berhasil menang. Kura-kura terseok kelelahan. Pak beruang menanti di garis finish. Ia membetulkan letak kacamatanya. Tidak boleh ada kesalahan dalam nenentukan pemenang.

Kelinci hitam sudah dekat. Kura-kura hanya hitungan sentimeter dari garis. Penonton menahan nafas. Mereka berdua mencapai garis finish bersamaaan. Dan pemenangnya adalah…

“KURA-KURA!!!” teriak pak beruang dengan suaranya yang menggema.

Pecah sorak sorai penonton. Semua tak mengira kura-kura bisa mengalahkan kelinci hitam. Semua mengelu-elukan kura-kura. Kelinci hitam terpuruk. Ketakutan kura-kura mendatangi podium kehormatan. Kakek singa sang raja hutan memberikan ucapan selamat. Semua berbahagia untuk kura-kura. Namun tidak demikian dengan kelinci hitam.

Diam-diam kelinci hitam meninggalkan arena. Malu. Sedih. Marah. Tapi harus bagaimana lagi. Ia sudah kalah. Kelinci hitam berlalu dalam diam. Tak ada yang tahu keberadaannya kini.

 

#7HariMendongeng cc: @teguhpuja @alizarinnn

 

4 thoughts on “Dan pemenangnya adalah…

  1. Remake yang luar biasa, Mbak. Hihi.
    Cinderella dan cerita kedua binatang yang sedang berlomba. Keren banget!😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s