Dompu, Si Domba Putih

“Ada yang ketinggalan, Nak? Sudah semua?”

“Sudah, Bu. Lengkap.”

Choky membetulkan letak tas ranselnya.

“Choky berangkat, Bu.”

“Hati-hati. Salam ibu buat Dompu, ya..”

Choky mengangguk, lalu melesat meninggalkan ibu kelinci di depan pintu rumah.

*

Choky tiba di rumah Dompu. Sudah ada beberapa teman lain. Ada Lolo, Nero, Bona, bahkan kak Naina.

“Masuk, Choky.”

Ibu domba membuka pintu. Choky lalu duduk di samping Dompu.

“Sudah baikan, Dompu?”

“Lumayan. Tapi perut ini kadang masih tiba-tiba sakit.”

“Sudah minum obat?”

“Siang ini belum. Nanti, setelah makan.”

Choky membuka tas ranselnya.

“Ini, aku bawakan beberapa buku dan komik. Mungkin bisa jadi hiburan.”

“Aduh, Choky. Repot-repot. Yang lain kok juga bawa oleh-oleh buat Dompu.”

“Cuma ini saja, Bu domba. Nggak repot kok.”

“Sebenarnya Dompu sakit apa, Bu domba?” kak Naina buka suara.

“Tadinya agak demam, tapi nggak tinggi. Dia memaksakan diri untuk ikut lomba lari lintas alam beberapa hari lalu. Setelah itu, sakitnya makin parah. Dompu bilang perutnya sakit sekali. Setelah diperiksa, dokter bilang ada infeksi di ususnya. Sudah dikasih obat. Harus istirahat total.”

Semua mengangguk-angguk. Hingga…

“Bzzzzzzz….”

“Eh, ada Honey. Ayo, masuk.”

“Bzz…terima kasih, Bu domba…bzzz..”

Honey bertengger di atas meja.

“Dompu, aku bawakan madu. Mau, kan?”

“Wah, mau sekali! Terima kasih, Honey.”

“Sama-sama.”

“Honey, kami juga mau lho,” Bona buka suara. Yang lain terkikik.

“Iya, deh. Lain kali aku bawakan. Berat soalnya bzzz…”

“Kenapa jadi ngobrol lama? Dompu kan harus istirahat,” kak Naina mengingatkan.

“Iya. Dompu, ibu domba, kami pamit pulang.”

“Lho, baru datang kok sudah mau pulang.”

“Iya, Dompu kan harus istirahat, biar cepat sembuh. Kalau sudah sembuh, kita bisa main lagi.”

“Terima kasih, teman-teman,” senyum Dompu mengembang.

“Terima kasih, anak-anak. Dompu beruntung punya sahabat yang baik dan saling menyayangi seperti kalian.”

“Sama-sama. Kami pamit, Bu. Ayo Dompu!”

Dompu dan ibu domba melambaikan tangan. Serombongan anak beriringan meninggalkan rumah kayu di tengah hamparan rumput.

 

#7HariMendongeng cc: @teguhpuja @alizarinnn

 

2 thoughts on “Dompu, Si Domba Putih

  1. Apa ini terinspirasi film anak yg lg ngetop di TV? ku rasa kurang bumbu….😉 & pesan moralnya kabur nih…😉

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s