Martabak Telur

Entah kenapa, kami suka sekali melihat menjual martabak telor beraksi di gerobak pinggir jalan. Mulai dari menerima pesanan, membuat adonan kulit, isian, memasak, hingga membungkus pesanan. Keren, gitu.

Juga kali ini. Kami berdiri di samping gerobak martabak telor langganan kami.

“Daun bawangnya yang banyak, Mas.”

“Sip, Mbak.”

Dia mulai beraksi. Cepat. Tepat. Tak ada yang salah atau meleset sedikitpun. Sampai pesanan kami dipotong menjadi sembilan bagian sama besar dan dibungkusnya rapi.

Dia mengulurkan tas plastik berisi martabak telor sambil senyum-senyum.

“Ada apa, Mas?”

“Emm…anu, Mbak. Maaf…”

“Maaf? Ada apa?”

“Acar sama cabenya habis.”

“Oalah…nggak apa-apa.”

Tapi terbayang ada yang bete begitu sampai di rumah.

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s