Martabak Manis

Akhirnya. Berani muncul juga dia.

“Maaf…”

Aku cemberut.

“Iya. Aku tau. Aku salah..”

Masih manyun.

“Maaf, tadi nggak sempet kasih kabar kalo pulang terlambat. Perginya diganti lusa, deh. Ya?”

Aku masih diam.

“Ini. Aku bawain oleh-oleh.”

Cih! Sogokan! Tapi tak urung aku penasaran juga.

“Masih hangat, lho!”

“Apaan tuh?”

“Martabak manis.”

Matanya berbinar dengan martabak manis yang sudah dipindah ke piring. Aku mengerling curiga.

“Enak, lho!”

Mulai deh ngerayu. Aku mengambil sepotong. Kugigit. Dan…

“Aaaa…”

“Kenapa?”

“Kacang. Kamu kan tau aku nggak suka martabak manis yang pake kacang!”

Kembali manyun.

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s