Serabi

Kotak bujursangkar itu terbuka. Lima serabi Notosuman tertata cantik.
“Hah! Dapet dimana?”
Dia senyum-senyum tengil.
“Nggak sengaja. Gara-gara jalan yang biasa aku lewati ditutup untuk perbaikan, jadi lewat jalan lain. Ternyata di dekat perempatan situ kalo sore, ada yang jual serabi.”
Aku ambil satu lalu mencicipinya. Wuiihh…enak! Nggak beda sama aslinya.
“Berapaan?”
“Satu kotak, isi lima yang original delapan ribu.”
“Ada rasa yang lain?”
“Ada. Keju, cokelat, pisang. Apa lagi ya? Lupa. Macem-macem, sih.”
Kami sama-sama menikmati serabi dengan takzim.
Guilty pleasure banget. Secara ini serabi kan pake santan.”
“Hahahaha…”
Sampai pada saat tinggal tersisa satu serabi dalam kotak. Kami saling memandang sengit.
“Udah…Dibagi dua aja.”
“Akur.”
Heran juga. Tumben kami nggak berdebat. Hmmm…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s