Waiting

Beberapa hari yang lalu, saya janji berkunjung ke rumah teman. Sudah agak lama nggak ketemu, kangen juga. Jadilah pagi itu saya melenggang senang. Dari rumah, hanya perlu ganti angkutan kota (angkot) satu kali. Maka saya naik angkot berwarna cokelat muda tak jauh dari rumah.

Di tengah perjalanan, saya turun untuk ganti angkot yang mengarah ke rumah teman. Menunggu di tepi jalan, biasanya tak sampai 15 menit sudah ada angkot yang lewat. Ini hampir setengah jam, kenapa tak satu pun yang terlihat?

Lama-lama kok curiga. Jangan-jangan sopir angkot trayek ini sedang demo. Penasaran, saya iseng tanya pada tukang bakso yang mangkal tak jauh dari situ. Tahu jawaban yang saya dapat?

“Ooo…angkot yang itu udah nggak lewat sini, Mbak. Jalurnya pindah…”

DUENG!

Setengah jam menunggu si angkot yang ternyata sudah berubah trayeknya. Olala…berasa menunggu jodoh yang tak kunjung datang, cyin… Tapi nunggu jodoh nggak dipinggir jalan juga kali, mbak🙂

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s