Sasirangan

Waktu belum lagi lewat jam enam pagi. Tapi pasar terapung ini sudah ramai sedari tadi. Walau tak sehiruk-pikuk dulu saat pertama kali ku datangi.

Aku masih terayun ringan oleh ombak Barito. Kedai yang ku singgahi telah menyajikan soto Banjar hangat di depanku, lengkap dengan kopi tubruk tanpa gula. Pagi yang sempurna. Sesempurna kalimat yang tertera di layar ponselku.

Ini alamat penjual  kain sasirangan yang terbaik di Banjarmasin. Terbaik untuk seserahan. Good luck, Bro.

Aku tersenyum. Mataku menatap jauh. Guntur, temanku yang lama bermukim di Banjarmasin begitu gembira dengan rencanaku melamar seorang gadis. Dia menawarkan bantuan apapun bila ku pinta. Dan alamat penjual sasirangan terbaik ini salah satu buktinya.

Piringku tandas. Gelasku tinggal ampas. Tapi hatiku sudah kebas.

Maafkan aku, teman. Tapi cintaku pada Rini, gadis Banjarmasin, tak bisa ku bendung lagi.

Ya. Rinimu, Guntur.

 

2 thoughts on “Sasirangan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s