Mungkin (Takkan) Ada Lagi

“Ini hari terakhir liburan, kan?”
“Iya. Seminggu ternyata cepat sekali.”
“Padahal belum semua tempat aku datangi.”
“Sama. Ada nelayan bilang dia tahu spot bagus di Misool.”
“Kamu sudah ke tempat yang ada tebing vertikalnya?”
“Sudah. Sempat deg-degan. Aku kira palung laut, ternyata bukan.”
“Aku banyak dapat kejutan disini.”
“Sama. Aku cuma nggak kuat panasnya.”
“Ahh…panas disini nggak ada apa-apanya…”
“Jelas. Kamu biasa dengan panas yang jauh lebih gila dari disini.”
“Hahaha! Iya sih…”
“Balik hari ini?”
“Iya. Kamu?”
“Sama. Naik kapal siang?”
“Iya. Tapi aku dapat flight terakhir. Maklum, banyak yang satu tujuan.”
“Aku harus kejar-kejaran. Kalau sampai kapal nggak on time, bisa ketinggalan flight. Ruteku minim.”
“Ahh…sebenarnya berat meninggalkan tempat ini…”
“Iya, aku juga.”
“Mana jatah cuti liburan kita sedikit…”
“Mungkin nggak ya, ada liburan seperti ini lagi?”
“Moga-moga, sih. Aku belum puas menjelajah daerah ini.”
“Sip! Lain kali kita janjian lagi, yah!”
“Oke!”
Mereka berdua berjalan beriringan meninggalkan pantai pulau Waigeo. Kembali ke ‘dunia nyata’. Kembali pada tugas mulia mereka.
Sebagai penjaga surga dan neraka.

2 thoughts on “Mungkin (Takkan) Ada Lagi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s