#15HariNgeblogFF2 : testimony

Awal tahun ini, saya ‘ditampar’ oleh tiga kalimat.
1. Katanya penulis, kok jarang nulis?
2. Katanya penulis, kok sampai lupa password blog sendiri?
3. Kalo sehari bisa makan minimal 3x, masa nulis sehari 1x nggak bisa?
DUENG! Sakit, sih. Tapi ketiga kalimat itu benar semua. Dan yang menyelamatkan muka saya dari rasa malu saat itu adalah proyek #15HariNgeblogFF bulan Januari. Kenapa? Saya berusaha membiasakan diri menulis minimal 1x sehari. Berat, tapi tidak mustahil. Dan saya berhasil. Setidaknya, dari proyek tersebut dimulai, sampai proyek #15HariNgeblogFF2 selesai, seharipun blog saya tidak pernah kosong! Senang🙂
Dan proyek #15HariNgeblogFF2 muncul dengan tantangan yang berbeda. Tidak hanya judul, tapi setting lokasi cerita ditentukan. Kalau di proyek pertama saya membuat cerita bersambung tentang konspirasi pembunuhan berlatar belakang perselingkuhan, di proyek kedua semua cerita lepas tak ada yang saling berkait. Kenapa? Pengin beda aja🙂
Dengan ditambahnya tantangan setting lokasi, justru menambah semangat. Berusaha mencari tahu apapun yang behubungan dengan setting lokasi yang ditentukan tiap harinya. Tambah ilmu, wawasan, juga bisa keliling Indonesia. Untuk saya yang terbiasa bekerja dengan data, setting tempat punya tantangan yang berbeda. Bagaimana memasukkan data tentang lokasi yang tersebar dan bisa didapatkan di internet, buku, bahkan pengalaman pribadi ke dalam cerita tanpa menjadikannya seperti tempelan. Nge-blend dengan halusnya dalam cerita tanpa terasa seperti copy paste dari situs lain. Dan ternyata itu sama sekali tidak gampang. Belum lagi kebiasaan saya yang berusaha membuat flash fiction tak lebih dari 500 karakter. Plus keinginan mengangkat isu-isu sosial seperti, perselingkuhan, child abuse, homoseksual, human trafficking, pelacuran, sejarah, dll.
Ya. Saya memang orang gila🙂
Dengan cerita yang masih compang-camping disana sini, sukseslah saya masuk alumni pasukan #15HariNgeblogFF2. Terima kasih untuk masmin dan yumin yang sudah membuat proyek ini ada. Jangan pernah kapok, walau mungkin sudah banyak yang ‘bolos’. Semoga mata dan semangat kalian sehat selalu🙂
Satu hal lagi. 15 hari tidak akan pernah cukup untuk mengelilingi Indonesia yang luar biasa ini.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s