Taksi

Beberapa hari yang lalu, saya menggunakan jasa taksi untuk pulang ke rumah. Ketika naik, pak sopir menyapa saya dengan ramah lalu menanyakan alamat tujuan. Setelah saya menyebutkan alamat rumah, pak sopir lalu bertanya, “Maaf, Mbak. Saya sopir baru. Mbak tahu jalan kesana?”
Hmmm…Awalnya kaget, sih. Sopir taksi, tapi tidak tahu jalan. Tapi, sejurus kemudian saya salut dengan kejujurannya. Jadilah saya pandu pak sopir sampai ke alamat tujuan.
Beruntungnya saya dapat taksi dengan sopir yang jujur kalau dia tidak tahu jalan. Beberapa kali saya baca di koran, banyak keluhan tentang sopir taksi yang membawa penumpangnya putar-putar karena tak tahu jalan. Alhasil, si penumpang harus membayar lebih untuk jarak tempuh yang seharusnya bisa lebih pendek.
Well, kita tidak bisa menyalahkan sopir taksi begitu saja. Dari hasil obrolan beberapa kali, sebagian besar sopir taksi ternyata warga pendatang. Jadi, kalau mereka tak hafal jalan, saya masih bisa maklum. Saya masih bisa menerima sopir taksi yang tak hafal jalan daripada yang nyetir ugal-ugalan, bicara kasar atau malah sampai membahayakan penumpang. Toh, jalan yang banyak dan ruwet di kota ini bisa dihafal sambil jalan, kan?
Masalahnya adalah jika sopir dan penumpang sama-sama tak tahu jalan. Sang penumpang adalah orang yang mencari alamat. Jadilah seperti kasus-kasus di surat pembaca. Mungkin dari pihak perusahaan bisa melengkapi armada taksinya dengan perangkat GPS. Sudah saya temukan beberapa, tapi belum semua. Itu pun perusahaan yang mematok tarif berbeda dibanding yang lain. Dibanding petunjuk dari petugas operator via radio monitor di armada taksi, yang juga menangani banyak armada, GPS dirasa paling efektif untuk mengatasi masalah ini. Tentu saja, butuh dana yang tidak sedikit untuk melengkapi armada taksi yang begitu banyak.
Sedikit tips yang mungkin bermanfaat bagi anda yang akan menggunakan armada taksi namun tak hafal jalan. Sebelum masuk ke dalam taksi, tanyakan dan pastikan kalau sopir taksi tahu jalan yang akan anda tuju. Kalau perlu, tuliskan di secarik kertas detil alamatnya. Bila si sopir tak tahu jalan, cari armada taksi yang lain, jadi anda sebagai penumpang tidak rugi karena belum terlanjur masuk ke dalam taksi.
Bila ternyata sopir tahu alamat yang dituju, pastikan dan yakinkan sekali lagi, sebelum anda masuk ke dalam taksi. Jadi, tidak ada pihak yang akan dirugikan.
Kalaupun ternyata si sopir telah berbohong, anda masih bisa mencatat nama sopir dan nomor lambung taksi, lalu dilaporkan pada pihak perusahaan via telpon, twitter maupun email.
Semoga bermanfaat🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s