Plagiat

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), Plagiat berarti mengambil atau pengambilan karangan (pendapat dsb) orang lain dan disiarkan sebagai karangan (pendapat dsb) sendiri.

Kalau saya bilang, seorang plagiator (orang yang melakukan kegiatan plagiat) adalah orang yang tidak kreatif. Sebuah karangan, apapun bentuknya, dibuat oleh penulisnya dengan proses yang tidak bisa dibilang mudah. Masing-masing penulis punya kebiasaan, ritme, ritual atau apapun dalam membuat karya. Ini terlepas dari kendala teknis dan non teknis, tentu saja. Dan, begitu karyanya selesai, lalu diakui sebagai karya orang lain, bagaimana rasanya? Sakit sekali!

Saya tidak akan bicara tentang karya sastra tingkat tinggi, apalagi sampai tingkatan peraih Nobel bidang sastra. Juga karya ilmiah dari ilmuan-ilmuan berotak super encer. Yang umum-umum saja ditemui dikehidupan sehari-hari. Orang biasa yang begitu pandai merangkai aksara dan kata sehingga menjadi kalimat yang memikat. Hanya sebaris dua baris. Namun jamak ditemukan. Di rangkaian SMS/BM, socmed, coretan di buku catatan, dan lain-lain. Yang berujung mengundang banyak pengagum plus ‘pengagum’ yang saya sebut tidak kreatif.

Well, mengutip karya orang lain itu ada kode etiknya. Ada sopan santunnya. Caranya? Cantumkan nama pengarangnya! Maksud saya, nama pengarang sebenarnya, bukan plagiatornya. Kalau di dunia socmed mungkin lebih mudah. Jika pengarang sebenarnya memiliki akun socmed, just mention/tag him/her. Buat dia tahu bahwa kita menghargai dan mengagumi karyanya. Hanya dengan mention/tag yang bersangkutan, rasanya sudah luar biasa berarti.

Ambil contoh. Kita sering lihat seseorang posting tweet/status seperti : ‘#NP Lost Without You – Robin Thicke’ atau ‘#NP Tak Pernah Padam – @sondoromusic’. Atau posting kutipan/quote seperti: ‘Saya tidak gagal. Saya menemukan 10.000 cara yang tidak berfungsi. – Thomas Alfa Edison (1847-1931)’ atau ‘Other people and their opinions hold no power in defining our destiny. – @Oprah’.

See? Mudah, kan? Di jaman yang serba online seperti ini, semua serba dimudahkan. Baik mengagumi, maupun ‘mengakui’. Dengan mencantumkan nama penciptanya, apalagi me-mention/tag, adalah bentuk penghargaan yang tinggi atas sebuah karya.

Jadi, alangkah indahnya jika kita membangun negara ini dengan karya-karya kita sendiri. Seburuk apapun. Sedangkal apapun. Asal tahu saja, semua ada prosesnya. Bahkan orang yang karyanya sudah tak terbantahkan hebatnya, didahului dari bukan apa-apa dan bukan siapa-siapa.

 

4 thoughts on “Plagiat

  1. Huehehehe, sakit hati. Aku rasa siapapun akan mendapat masa berlebihan ketika apa yang di milikinya di curi. Manusiawi walau sekalipun di dunia maya yang begitu kejam ini.😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s