Komersialisasi Puasa

Bulan puasa tinggal hitungan jari. Tapi, sejak lebih dari sebulan yang lalu, iklan di televisi dan radio yang ‘menjual’ ramadhan sudah rajin hilir mudik. Lumrah? Mungkin. Miris? Iya. Paling tidak buat saya.
Saya mengalami bulan puasa sejak televisi masih eksklusif punya TVRI, yang hanya muncul dari jam 16.30 sampai dengan 24.00 dan mengharamkan tayangan iklan. Sisanya, saya tekun mendengarkan radio. Itu pun tak cukup banyak pilihan yang pas dihati. Saat-saat itu, entah kenapa, rasanya bulan puasa dijalani dengan tenang, nyaman dan khusyu’. Tanpa berondongan iklan yang menawarkan produk-produk yang menawan hati dan dompet. Tanpa rayuan-rayuan yang justru mengajak kita rajin berbelanja di bulan yang seharusnya menahan hawa nafsu.
Saya tidak mengharamkan iklan. Pun menyalahkan media cetak, elektronik dan online yang menayangkannya. Hanya…entahlah. “Komersialisasi’ ramadhan ini rasanya harus diarahkan ke jalan yang lebih baik. Seperti mensponsori kegiatan buka puasa atau sahur bersama kaum dhuafa, membuat program kunjungan ke panti asuhan, atau apapun. Tak melulu menjual produk dengan membonceng bulan puasa.
Ini hanya pendapat saya. Kalau anda?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s